Laba London Sumatra Melonjak 109% Berkat Penurunan Beban dan Kurs

Laba PP London Sumatra Indonesia melonjak 109% menjadi Rp 81,04 miliar berkat penurunan beban secara signifikan serta adanya keuntungan selisih kurs.
Image title
Oleh Agung Jatmiko
24 Mei 2020, 07:36
Ilustrasi, panen buah kelapa sawit. Meski produksi dan penjualan CPO turun, PP London Sumatra Indonesia mampu mencatatkan kenaikan laba 109% berkat penurunan beban secara signifikan.
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi, panen buah kelapa sawit. Meski produksi dan penjualan CPO turun, PP London Sumatra Indonesia mampu mencatatkan kenaikan laba 109% berkat penurunan beban secara signifikan.

PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mampu mencatatkan kenaikan laba bersih pada kuartal I 2020, meski kinerja penjualan turun cukup signifikan.

Peningkatan laba bersih utamanya ditopang oleh penurunan beban, kenaikan rata-rata harga jual kelapa sawit, serta selisih kurs.

Mengutip keterbukaan informasi, Jumat (22/5), penjualan LSIP pada kuartal I 2020 tercatat sebesar Rp 810,01 miliar, turun 12,7% dibandingkan kuartal I 2019. Penurunan penjualan ini seiring dengan penurunan produksi dan volume jual yang dialami perusahaan sepanjang kuartal I 2020.

Produksi tandan buah segar (TBS) sawit LSIP tercatat turun turun 10,2% yoy menjadi 306.808 ton. Hal ini kemudian berimbas pada penurunan produksi crude palm oil (CPO) sebesar 16% menjadi 80.465 ton. Tak hanya CPO, produksi palm kernel (PK) juga menurun dari sebelumnya 26.845 ton pada kuartal I 2019, menjadi 21.734 ton pada kuartal I 2020.

Seiring penurunan produksi, volume penjualan CPO turun 30,5% menjadi 75.998 ton dan volume penjualan PK dan produk turunan PK turun 30,2% menjadi 19.782 ton. Begitu pula dengan penjualan produk lainnya, seperti karet, juga tercatat turun 25,9% menjadi 1.719 ton

Hal inilah yang membuat angka penjualan LSIP sepanjang kuartal I 2020 turun cukup signifikan. Namun, kinerja penjualan tidak sepenuhnya anjlok karena tertolong peningkatan harga jual rata-rata atau average sales price (ASP) CPO dan karet, yang masing-masing naik 29% dan 14%.

(Baca: Setelah Corona Berlalu, Ekspor Tiga Komoditas Diramal Naik Tahun Depan)

Kinerja LSIP juga tertolong penurunan beban, terutama beban umum dan administrasi, serta beban penjualan dan distribusi. Keduanya mencatatkan penurunan masing-masing sebesar 32,6% dan 2,74%.

Perusahaan juga mencatatkan penurunan yang signifikan pada beban pokok penjualan, dari sebelumnya Rp 792 miliar pada kuartal I 2019, menjadi Rp 658,38 miliar pada kuartal I 2020. Pada pos ini, hampir seluruh beban LSIP menurun, seperti biaya panen, biaya pabrikasi, biaya penyusutan, serta biaya pemupukan dan pemeliharaan.

Penurunan beban secara signifikan juga terlihat pada pos beban operasi lain. Pada kuartal I 2020, pos ini mencatatkan nominal sebesar Rp 6,15 miliar, turun 69,11% dibanding kuartal I 2019 yang sebesar Rp 19,9 miliar.

Selain itu, kinerja perusahaan juga tertolong adanya keuntungan dari pos penghasilan operasi lain, yakni laba selisih kurs atas aktivitas operasi. Pada akun ini, sepanjang kuartal I 2020 perusahaan mampu meraup keuntungan sebesar Rp 86.25 miliar. Tahun lalu, perusahaan tidak mencatatkan laba atas selisih kurs.

Perolehan laba atas selisih kurs ini membuat laba periode berjalan London Sumatra melonjak 109,8% menjadi Rp 81,04 miliar pada kuartal I 2020, dari sebelumnya Rp 38,62 miliar pada kuartal I 2019.

(Baca: Penyerapan Biodiesel Hanya 90,4% dari Target Karena Pandemi Corona)

Video Pilihan

Artikel Terkait