Dalam Kurun Dua Hari RI Dilanda Tiga Gempa Berkekuatan 5 Magnitudo

BMKG menyatakan gempa yang terjadi di Sumatera Barat, Maluku Barat Daya dan Samudera Hindia tidak memicu tsunami.
Agatha Olivia Victoria
24 Mei 2020, 17:45
Ilustrasi, petugas BMKG memantau perkembangan gempa bumi. BMKG menyatakan gempa yang terjadi di Sumatera Barat, dan Maluku Barat Daya pada Sabtu (23/5), serta Samudera Hindia Minggu (24/5) tidak memicu tsunami.ANTARAFOTO/izaac mulyawan
ANTARA FOTO/izaac mulyawan
Ilustrasi, petugas BMKG memantau perkembangan gempa bumi. BMKG menyatakan gempa yang terjadi di Sumatera Barat, dan Maluku Barat Daya pada Sabtu (23/5), serta Samudera Hindia Minggu (24/5) tidak memicu tsunami.ANTARAFOTO/izaac mulyawan

Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan, pada hari Minggu (24/5) pukul 14.11 WIB telah terjadi gempa bumi tektonik berkekuatan  5,1 magnitudo (M). Lokasi gempa diketahui berada di wilayah Samudera Hindia sebelah selatan Pulau Jawa.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG  Rahmat Triyono mengatakan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.11 Lintang Selatan (LS) dan 107.86 Bujur Timur (BT). Tepatnya, berlokasi di laut pada jarak 98 Kilometer (Km) arah selatan Garut, Jawa Barat pada kedalaman 68 Km.

Ia menambahkan, efek gempa ini dirasakan di Garut dan Pangandaran III MMI, dengan getaran dirasakan dalam rumah. Efek gempa juga dirasakan di wilayah Cilacap II-III MMI, dengan getaran juga dirasakan di dalam rumah. Sementara untuk wilayah Parongpong I-II MMI, efek getaran tergolong ringan.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Selain itu, hasil pemodelan menunjukkan, gempa bumi tidak berpotensi tsunami," kata Rahmat dalam keterangan resmi yang diterima Katadata.co.id, Minggu (24/5).

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa skala menengah akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik.

Hingga pukul 14.38 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. Rahmat mengimbau, agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

(Baca: Maluku Diguncang Gempa Magnitudo 7,3, Tak Berpotensi Tsunami)

Selain itu, ia juga menyarankan agar masyarakat bisa menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Sebelum kembali ke dalam rumah, warga juga diminta untuk memastikan ketananan rumah tinggal, dan memeriksa apakah ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan.

Sebelumnya, pada Sabtu (23/5) gempa juga terjadi di dua wilayah yang berjauhan, yakni di Sumatera Barat dan Maluku Barat Daya. Mengutip Antara, Sabtu (23/5), BMKG mencatat, gempa berkekuatan 5,3 Mtelah mengguncang Tuapejat, Kepulauan Mentawai pada Sabtu pukul 05.36 WIB dan tidak berpotensi tsunami.

Sejak 15-21 Mei tercatat ada delapan gempa di wilayah di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya. Meski demikian, gempa yang terjadi dalam kurun periode tersebut tidak berkekuatan besar, yakni antara 3 M hingga 5 M.

Kemudian, di Maluku Barat Daya gempa terjadi dengan kekuatan 5,5 M pukul 07.13 WIT. Data BMKG menyebutkan, gempa bumi tektonik di kedalaman 163 kilometer itu berada pada koordinat 7.33 Lintang Utara (LU)-129.26 BT.

Pusat gempa dilaporkan berada di laut pada titik 186 Km timur laut Maluku Barat Daya, dan 238 Km barat laut Kabupaten Maluku Tenggara, atau 423 Km di sebelah tenggara Kota Ambon.

(Baca: Ketahanan Negara Terhadap Bencana )

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Video Pilihan

Artikel Terkait