Stabilkan Harga, Kemendag Bakal Guyur 4 Ton Gula Tiap Hari

Kemendag akan memasok gula konsumsi melalui operasi pasar 4 ton per hari hingga harga stabil Rp 12.500 per Kg.
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
26 Mei 2020, 12:42
Ilustrasi, pedagang mengambil gula kristal putih yang dibeli saat operasi pasar gula oleh Perum Bulog. Kemendag akan memasok gula konsumsi melalui pasar sebanyak 4 ton per hari hingga harga stabil sesuai harga eceran tertinggi Rp 12.500 per Kg.
ANTARA FOTO/Moch Asim//foc.
Ilustrasi, pedagang mengambil gula kristal putih yang dibeli saat operasi pasar gula oleh Perum Bulog. Kemendag akan memasok gula konsumsi melalui pasar sebanyak 4 ton per hari hingga harga stabil sesuai harga eceran tertinggi Rp 12.500 per Kg.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal memasok 4 ton gula pasir konsumsi setiap hari kepada masyarakat, untuk menurunkan harga. Hal ini dilakukan melalui program operasi pasar, yang akan dilakukan di berbagai tempat.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, penyebab harga gula di tingkat konsumen mahal karena panjangnya proses distribusi, ditunjukkan dari harga di tingkat distributor telah menyentuh Rp 11.000 per Kilogram (kg).

Kondisi ini menyebabkan harga di tingkat konsumen mencapai Rp 16.000-17.000 per Kg, jauh di atas harga eceran tertinggi yakni Rp 12.500 per Kg.

Secara nasional, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) per 26 Mei 2020 harga gula dengan kualitas premium mencapai Rp 18.650 per Kg. Sedangkan, harga gula lokal tercatat sebesar Rp 17.200 per Kg.

"Hari ini akan didrop yang disediakan oleh produsen 4 ton per harinya, jadi apabila kelihatannya berkurang akan ditambah. Ini dilakukan terus menerus setiap hari sampai harga stabil dan cenderung lebih turun," kata Agus usai melakukan operasi pasar di Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5).

Kendala lain yang membuat harga gula cenderung naik adalah, adanya kebijakan karantina wilayah atau lockdown negara-negara eksportir gula. Hambatan ini membuat impor gula baru masuk pada Juni 2020.

(Baca: Kemendag Gelar Operasi Pasar hingga 36.500 Ton Gula agar Harga Stabil)

Kondisi pasokan gula kian tak pasti setelah produksi dalam negeri diperkirakan baru akan meningkat pada bulan Juni. Sebab, telah terjadi pergeseran waktu panen tebu yang seharunya terjadi di bulan April menjadi Juni 2020.

Sebelumnya, Kemendag menyebutkan telah menggelar operasi pasar dengan menyalurkan sebanyak 36.500 ton gula di beberapa daerah. Tujuan operasi pasar ini adalah, untuk menstabilkan harga gula sesuai harga eceran tertinggi pemerintah Rp 12.500 per kg di tengah pandemi Covid-19.

Adapun, beberapa kota yang telah dilakukan operasi pasar yakni DKI Jakarta dan Tangerang Selatan. Tepatnya di Pasar Induk Senen Jakarta, Pasar Serpong, dan Pasar Modern BSD Tangerang Selatan.

Upaya membanjiri pasar juga sebelumnya telah dilakukan melalui penyaluran stok gula dari Perum Bulog. Perusahaan pelat merah ini menyatakan, telah menggelontorkan gula kristal putih (GKP) atau gula pasir yang biasa dikonsumsi masyarakat sebanyak 22.000 ton hingga akhir pekan ini untuk menjamin ketersediaan gula menjelang lebaran.

Tak hanya itu, tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga telah ditugaskan Kemendag untuk mengimpor GKP. Tiga BUMN tersebut antara lain, Perum Bulog, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan Rajawali Nusantara Indonesia, yang masing-masing mengimpor 50.000 ton.

Selain mengimpor GKP, pemerintah juga mengalihkan gula rafinasi menjadi gula konsumsi untuk memenuhi kebutuhan pasar sebesar 250.000 ton.

(Baca: Kemendag Bongkar Modus Distributor Nakal yang Buat Harga Gula Melonjak)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Video Pilihan

Artikel Terkait