Beroperasi Lagi saat Pandemi, AirAsia Sudah Gaet 41 Ribu Penumpang

Usai mencatatkan jumlah penumpang harian tertinggi pasca-kembali beroperasi AirAsia berencana menambah lagi frekuensi penerbangan.
Image title
Oleh Muchammad Egi Fadliansyah
26 Juni 2020, 21:59
Ilustrasi, armada pesawat AirAsia. Maskapai AirAsia berhasil mencatatkan penjualan harian tertinggi usai beroperasi kembali, sebanyak 41.000 kursi terjual dalam sehari pada 23 Juni 2020.
ANTARA FOTO/REUTERS/Lim Huey Teng/hp/cf
Ilustrasi, armada pesawat AirAsia. Maskapai AirAsia berhasil mencatatkan penjualan harian tertinggi usai beroperasi kembali, sebanyak 41.000 kursi terjual dalam sehari pada 23 Juni 2020.

Maskapai penerbangan AirAsia mencatatkan penjualan harian tertinggi pada 23 Juni 2020, sebanyak 41.000 kursi terjual dalam satu hari. Penjualan ini merupakan gabungan dari seluruh maskapai yang tergabung dalam AirAsia Group.

Chief Executive Officer AirAsia Group Tony Fernandes mengatakan, angka penjualan tersebut merupakan yang terbanyak sejak penerbangan AirAsia kembali beroperasi. Sebelumnya, perusahaan menghentikan sementara operasional sejak 1 April hingga 18 Mei 2020, imbas pandemi virus corona atau Covid-19.

"Peningkatan trafik penumpang ini menandakan pertumbuhan permintaan yang positif untuk perjalanan udara. Dalam beberapa hari ini, situs AirAsia bahkan menunjukkan peningkatan aktivitas sebesar 170%," kata Tony, dalam siaran pers, Jumat (26/6).

Adapun, beberapa rute penerbangan paling populer yang dipesan antara lain rute Jakarta ke Denpasar dan Medan untuk Indonesia, serta rute Kota Kinabalu dan Kuching ke Kuala Lumpur untuk Malaysia.

Kemudian, rute Bangkok ke Chiang Mai dan Hat Yai untuk Thailand, rute Manila ke Puerto Princesa dan Davao untuk Filipina, serta rute Delhi ke Srinagar dan Bengaluru ke Hyderabad untuk India.

"Rata-rata tingkat keterisian penumpang secara Grup sekitar 50% dengan kontribusi terbesar dari AirAsia Malaysia, yang mencapai 70% dari total keterisian," ujarnya.

Tony memprediksi, tren peningkatan penumpang pesawat bakal berlanjut dalam beberapa pekan mendatang. Itu sebabnya, AirAsia berupaya untuk meningkatkan frekuensi penerbangan menjadi sekitar 50% dari total operasional sebelum pandemi corona.

(Baca: Masih Pandemi Corona, AirAsia Setop Penerbangan Hingga 8 Juni)

Selain itu, pihaknya juga berharap untuk dapat mengoperasikan kembali semua rute domestik dalam beberapa minggu dan bulan mendatang untuk memenuhi peningkatan permintaan.

Saat ini, Air Asia telah mengoperasikan 152 penerbangan setiap hari di seluruh jaringan. Ia berharap, pembukaan kembali perbatasan internasional dapat segera terwujud, mengingat transportasi udara dapat menyediakan konektivitas yang vital untuk memulai kembali kegiatan ekonomi dan upaya pemulihan global.

Meski terus menggenjot jadwal penerbangannya, Tony meyakinkan, bahwa AirAsia akan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, perusahaan juga mematuhi masukan para ahli dan

Kemudian, AirAsia juga akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak dari regulator, pemerintah setempat, hingga otoritas penerbangan sipil dan kesehatan.

Ini termasuk dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), di setiap penerbangan yang dioperasikan pada jaringannya.

"Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), fakta menunjukkan bahwa risiko penularan di pesawat sangat rendah. Pesawat dilengkapi dengan fitur-fitur yang akan mengurangi risiko penularan Covid-19," ujar Tony.

(Baca: AirAsia Kembali Terbang 18 Mei, Layani Penerbangan Indonesia-Malaysia)

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah

Video Pilihan

Artikel Terkait