Laju Insidensi Corona Tertinggi se-Indonesia Terjadi di Kalsel

Satgas Penanganan Covid-19 juga mencatat laju kematian akibat Covid-19 paling tinggi terjadi di Gorontalo dan DKI Jakarta.
Dimas Jarot Bayu
22 Juli 2020, 13:57
Ilustrasi, tenaga medis mengambil spesimen untuk swab tes Covid-19. Satgas Penanganan Covid-19 mencatat laju insidensi Covid-19 tertinggi terjadi di Kalimantan Selatan.
ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz.
Ilustrasi, tenaga medis mengambil spesimen untuk swab tes Covid-19. Satgas Penanganan Covid-19 mencatat laju insidensi Covid-19 tertinggi terjadi di Kalimantan Selatan.

Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat Kalimantan Selatan memiliki kecepatan laju insidensi virus corona atau Covid-19 paling tinggi di Indonesia sepekan terakhir. Kecepatan laju insidensi Covid-19 di provinsi tersebut mencapai 19,71 per 100.000 penduduk.

"Kalau kita lihat provinsi yang kecepatan lajunya paling tinggi adalah Kalimantan Selatan. Ini kita bandingkan sepekan terakhir dengan pekan sebelumnya," kata anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah di Gedung BNPB, Rabu (22/7).

Insidensi dalam epidemiologi merupakan jumlah kasus baru dari satu penyakit yang dilaporkan pada periode tertentu.

Provinsi dengan kecepatan laju insidensi virus corona tertinggi kedua adalah DKI Jakarta, mencapai 17,8 per 100.000 penduduk. Diikuti oleh Provinsi Bali, dengan kecepatan laju insidensi sebesar 13,09 per 100.000 penduduk.

Advertisement

Adapun, provinsi dengan kecepatan laju kematian akibat virus corona yang tertinggi adalah Gorontalo. Di provinsi tersebut, kecepatan laju kematian akibat Covid-19 mencapai 0,76 per 100.000 penduduk.

Posisi kedua ditempati oleh Kalimantan Selatan, dengan kecepatan laju kematian akibat Covid-19 sebesar 0,62 per 100.000 penduduk. Disusul oleh Sulawesi Selatan, dengan laju kematian akibat Covid-19 sebesar 0,61 per 100 ribu penduduk.

Menurut Dewi, kecepatan laju kematian ini tak selalu sejalan dengan laju insidensi corona. Ia menjelaskan, kecepatan laju kematian digunakan untuk melihat melihat bagaimana upaya penanganan pasien positif virus corona yang ada di suatu provinsi.

Sebab, bisa saja suatu provinsi mencatatkan tingkat penularan Covid-19 yang tinggi, namun karena penanganannya bagus, laju kematian tercatat rendah. Sebaliknya, ada provinsi yang tingkat penularan Covid-19 tercatat rendah, namun karena penanganannya kurang baik menyebabkan kecepatan laju kematiannya tinggi.

"Angka kematian ini untuk melihat bagaimana penanganan dan pengendalian yang ada di wilayahnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Dewi menyebut ada sepuluh provinsi di Indonesia yang kecepatan laju kematian akibat coronaya sebesar 0 per 100.000 penduduk. Sepuluh provinsi tersebut antara lain, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Riau, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung. Kemudian, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Barat.

"Jadi penambahannya sangat kecil sekali atau tidak ada penambahan kematian di provinsi itu," kata Dewi.

 

 

Penulis/Reporter: Dimas Jarot Bayu

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait