Pemerintah Siapkan Dua Program Insentif untuk UMKM di Masa Pandemi

Dua program yang disiapkan pemerintah adalah bantuan tunai untuk 12 juta pelaku UMKM dan pinjaman modal kerja bunga rendah.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
29 Juli 2020, 17:34
Pekerja menyelesaikan produksi tas di Turangga, Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020). Pemerintah menganggarkan sebanyak Rp 100 triliun untuk penjaminan kredit modal kerja UMKM hingga 2021 guna membangkitkan UMKM sehingga dapat produktif di tengah pandemi
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww.
Ilustrasi, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pemerintah menyiapkan dua program untuk membantu pelaku UMKM di masa pandemi corona.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi menyebutkan, pemerintah telah menyiapkan dua program yang akan membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah menyiapkan dua program khusus untuk UMKM karena sektor ini dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

"Program juga disiapkan untuk menjaga lapangan kerja di masyarakat, karena UMKM banyak menyerap tenaga kerja," kata Budi, Rabu (29/7).

Program pertama yang disiapkan adalah, bantuan tunai sebesar Rp 2,4 juta kepada setiap UMKM. Pada tahap awal, bantuan akan diberikan kepada 1 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Kemudian, secara bertahap jumlah penerima bantuan bakal dinaikkan hingga 12 juta UMKM.

Program kedua yang bakal diberikan pemerintah, berupa penyaluran kredit usaha dengan bunga rendah ke UMKM. Penyaluran kredit nantinya bakal ditergetkan kepada pelaku UMKM yang baru memulai usahanya akibat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), dan UMKM skala rumah tangga.

“Kredit ini diharapkan besarnya adalah Rp 2 juta untuk masing-masing keluarga dan kita bisa tambahkan sesuai kebutuhan modal kerja mereka,” ujarnya.

Budi mengatakan, penyaluran kredit usaha bunga rendah akan diintegrasikan dengan program bantuan untuk UMKM. Alhasil, program bantuan tersebut pada tahap awal juga akan ditargetkan bagi pelaku UMKM yang baru memulai usahanya lantaran terkena PHK.

Jika program bantuan sudah berjalan, pemerintah akan menambahkan fasilitas kredit berbunga rendah agar pelaku UMKM bisa menggulirkan usahanya.

Menurut Budi, pemerintah akan berkonsentrasi untuk memberikan kedua program untuk UMKM tersebut dalam 2-4 pekan mendatang. Pemerintah, lanjutnya, akan memonitor ketat pelaksanaan kedua progrwn tersebut di lapangan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan memantau penggunaan bantuan modal kerja yang telah diberikannya kepada para pelaku UMKM.

Jokowi berharap bantuan modal kerja ini bisa meringankan dampak ekonomi yang dirasakan para pelaku UMKM saat pandemi corona. Ia menyatakan bahwa omzet para pelaku UMKM menurun saat pandemi corona.

Kepala Negara lantas meminta para pelaku UMKM bisa bekerja lebih keras lagi di masa pandemi corona seperti menggunakan bantuan modal kerja untuk menambah jumlah barang yang dipasarkan. Sehingga diharapkan omzet para pelaku UMKM pun bisa terus meningkat.

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait