Pemerintah Akan Lakukan Penanaman Perdana Lumbung Pangan Oktober 2020

Selain melakukan persiapan penanaman perdana Oktober 2020, pemerintah juga menyusun kajian untuk usulan kawasan ekonomi khusus (KEK) pangan.
Image title
Oleh Rizky Alika
6 Agustus 2020, 14:49
Ilustrasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lahan yang akan dijadikan
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
Ilustrasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lahan yang akan dijadikan "Food Estate" atau lumbung pangan baru di Kapuas, Kalimantan Tengah. Pemerintah akan melakukan penanaman padi perdana di lahan lumbung pangan pada Oktober 2020.

Pemerintah bersiap menjalankan proyek lumbung pangan atau food estate di Kalimantan Tengah. Tahap pertama dimulainya proyek ketahanan pangan ini akan ditandai dengan penanaman padi perdana pada Oktober 2020.

Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Kementerian Pertanian (BBSDLP Kementan) Husnain mengatakan, pemerintah telah melakukkan sejumlah persiapan untuk melakukan penanaman padi tahap pertama di atas lahan seluas 30.000 hektare (Ha).

"Kami telah intensif mengunjungi lapangan dalam mempersiapkan lahan lumbung pangan. Penanaman padi akan dimulai pada Oktober 2020," kata Husnain.

Selain itu koordinasi antar kementerian dan lembaga hingga badan usaha yang terlibat telah dilakukan. Pemerintah juga telah melakukan pembagian tugas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Husnain mengatakan area lumbung pangan merupakan lahan sawah yang telah memiliki masa tanam dua kali dalam setahun. Selain menanam padi sebagai komoditas utama pemerintah juga akan menanam produk hortikultura, perkebunan, hingga peternakan itik.

Pemerintah pun memastikan pengembangan lumbung pangan tahap pertama ini tidak dilakukan di lahan gambut, melainkan di atas lahan rawa mineral yang sudah menjadi sawah sehingga risiko terjadinya kebakaran kecil.

Ia menjelaskan seluruh aktivitas off farm atau pasca-produksi akan dilakukan oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Sementara Kementan akan turut terlibat dalam meningkatkan nilai tambah produk setelah masa panen.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan pihaknya tengah menyiapkan penyusunan kajian master plan dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) untuk usulan kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pangan.

"Selain kami, masing-masing kementerian juga telah menyusun rancangan terkait lumbung pangan nasional ini," kata Musdhalifah.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) misalnya, telah melakukan rehabilitasi irigasi hingga penyiapan dokumen Amdal. Hal ini agar lahan seluas 30.000 Ha bisa menjadi bagian yang direplikasi untuk mencapai 148.000 Ha.

Sebagaimana diketahui, tahap pertama lumbung pangan akan dilakukan pada lahan seluas 30.000 Ha pada 2020 dengan target produktivitas mencapai 5 ton per Ha. Nantinya lahan tersebut akan diperluas hingga 148.000 Ha.

Reporter: Rizky Alika

Video Pilihan

Artikel Terkait