Tiongkok Bekukan Komunikasi dengan AS, Termasuk Soal Perubahan Iklim

Tiongkok memutuskan membatalkan atau menangguhkan dialog dengan AS terkait berbagai masalah mulai dari perubahan iklim hingga hubungan militer.
Image title
6 Agustus 2022, 16:32
Tiongkok, AS, Taiwan
Reuters
Ilustrasi, seorang pendukung pro-Tiongkok menginjak foto Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi saat memprotes kunjungannya ke Taiwan di luar Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Hong Kong, China, 3 Agustus 2022.

Efek kunjungan Ketua Parlemen Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi terus bergulir. Terbaru, Tiongkok membatalkan atau menangguhkan dialog dengan AS terkait berbagai masalah mulai dari perubahan iklim hingga hubungan militer dan upaya anti-narkoba.

Langkah tersebut, adalah yang terbaru dari serangkaian langkah yang dimaksudkan untuk menghukum AS karena mengizinkan kunjungan ke pulau yang diklaimnya sebagai wilayahnya sendiri, untuk dianeksasi secara paksa jika perlu.

Sebelumnya, pada Kamis (4/8), Tiongkok menggelar latihan militer, yang mengancam di enam zona di lepas pantai Taiwan yang dikatakan akan berlangsung hingga hari Minggu (7/8).

Setelah Gedung Putih memanggil Duta Besar Tiongkok untuk AS, Qin Gang, untuk memprotes latihan militer, Juru Bicara Gedung Putih John Kirby pada Jumat (5/8) mengutuk keputusan "Negeri Tirai Bambu" tersebut, yang mengakhiri dialog penting dengan AS. Ia menyebut kebijakan yang diambil Tiongkok tersebut, sebagai tindakan "tidak bertanggung jawab".

Advertisement

Kirby juga mengecam segala "provokatif" yang dilakukan Tiongkok sejak perjalanan Pelosi ke Taiwan. Namun Kirby mencatat bahwa beberapa saluran komunikasi tetap terbuka antara pejabat militer di kedua negara. Ia mengulangi jaminan, bahwa AS tidak akan mengubah kebijakannya terhadap Taiwan sebagai negara yang berdaulat dan memiliki pemerintahan sendiri.

"Intinya, kami akan melanjutkan upaya untuk tetap membuka jalur komunikasi yang melindungi kepentingan dan nilai-nilai kami," ujar Kirby, dilansir dari theintelligencer.net, Jumat (5/8).

Sebelumnya, pejabat di Kedutaan Besar Tiongkok untuk AS, Jing Quan, menyebut unjungan Pelosi ke Taiwan telah berdampak parah pada landasan politik Tiongkok-AS. Ia mengatakan, bahwa kunjungan Pelosi tersebut secara serius melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Tiongkok.

Beberapa pengamat menyebut, dalam jangka panjang hubungan yang jauh lebih konfrontatif antara Tiongkok dan AS, akan mengancam keseimbangan di mana pemerintahan Presiden Joe Biden dan Xi Jinping telah saling berdebat terkait hak asasi manusia, perdagangan, persaingan, dan masalah lain seperti perubahan iklim.

Terkait masalah perubahan iklim, terhentinya komunikasi antara Tiongkok dan AS terkait beberapa isu penting ini, dianggap sebagai langkah mundur upaya internasional untuk mengurangi emisi.

Kebijakan yang diambil oleh Beijing ini juga mengancam kesepakatan bersama antara AS dan Tiongkok, yang dibuat oleh Xi Jinping dan Barrack Obama 2014 silam, yang mengarah pada Perjanjian Paris 2015.

Keengganan Tiongkok untuk duduk bersama dengan AS untuk membahas masalah perubahan iklim, dipandang para ahli akan menghambat kesepakatan iklim internasional.

Pasalnya, Tiongkok dan AS adalah penyumbang pencemaran iklim nomor satu dan dua di dunia. Keduanya bersama-sama menghasilkan hampir 40% dari semua emisi bahan bakar fosil. Jika salah satu tidak ingin kembali membuka dialog, maka upaya mencapai nol emisi akan mundur.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait