Indonesia Dorong Pembentukan Kelompok Kerja Baru dalam G20 India

Kelompok kerja baru yang didorong pembentukannya dalam G20 India, mencakup beberapa bidang, yakni ketahanan dan pengurangan risiko bencana, budaya dan startup 20, serta ekonomi digital.
Image title
11 Desember 2022, 14:13
Ilustrasi, suasana pertemuan sherpa hari ke-3 Presidensi G20 India, yang diselenggarakan di Udaipur, Rajasthan, India.
G20 Secretariat, Ministry of External Affairs, Government of India.
Ilustrasi, suasana pertemuan sherpa hari ke-3 Presidensi G20 India, yang diselenggarakan di Udaipur, Rajasthan, India.

Indonesia mendorong pembentukan kelompok kerja baru dalam Presidensi G20 India. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi selaku Co-Sherpa G20 Indonesia.

Pembentukan kelompok kerja baru yang dimaksud, mencakup beberapa bidang, antara lain Ketahanan dan Pengurangan Risiko Bencana, Budaya dan Startup 20, serta Ekonomi Digital.

Mengutip Antara, Minggu (11/12), Edi mengatakan, Indonesia akan mendukung kesuksesan Presidensi G20 India, terutama pada isu transformasi digital yang merupakan kunci percepatan pemulihan dan masa depan ekonomi global.

Ia mengapresiasi adanya kesinambungan antara Presidensi G20 Indonesia dan Presidensi G20 India, serta menggarisbawahi bahwa bobot dari concrete deliverable sebagai contoh teladan dari para anggota G20 bagi dunia.

Adapun, pertemuan sherpa pertama Presidensi G20 India telah digelar pada 4-7 Desember 2022 di Udaipur, Rajasthan, India. Pertemuan ini terdiri dari lima sesi yakni transformasi teknologi, pembangunan hijau dan Lifestyle for Environment (LiFE),

Kemudian, sesi terkait pembangunan yang dipimpin oleh perempuan, percepatan implementasi sustainable development goals (SDGs), memfasilitasi pertumbuhan inklusif, dan reformasi multilateral.

Merangkum hasil diskusi selama tiga hari tersebut, Sherpa G20 menyoroti peran India dalam memberikan suara yang lebih besar ke global, dan memanfaatkan Presidensi G20 untuk menjalin kolaborasi yang saling menguntungkan antara negara berkembang dan negara maju.

Diskusi yang dilakukan selama empat hari tersebut, juga membahas pentingnya reformasi multilateral, pencapaian SDGs, isu pangan, bahan bakar dan pupuk, serta menyoroti bidang-bidang fokus diskusi, dan menekankan perlunya memperkuat tindakan kolektif negara-negara anggota G20.

Pertemuan ini dihadiri oleh para Sherpa anggota G20, sembilan negara undangan, dan 14 organisasi internasional, termasuk dari Indonesia. Secara umum, Presidensi G20 India secara menyeluruh mengangkat tema "Vasudhaiva Kutumbakam" atau "One Earth. One Family. One Future".

Dalam rangka mendukung kampanye penyelenggaraan G20 di Indonesia, Katadata menyajikan beragam konten informatif terkait berbagai aktivitas dan agenda G20 hingga berpuncak pada KTT G20 November 2022 nanti. Simak rangkaian lengkapnya di sini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait