Hadapi Kendala, Lifting West Madura Offshore Capai 115% dari Target

Image title
31 Desember 2022, 16:24
SKK Migas
SKK Migas
Kunjungan kerja Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko, dan Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Nurwahidi ke Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore, Sabtu (31/12).

Menjelang pergantian tahun, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, atau SKK Migas, memastikan kegiatan lifting akhir tahun 2022 di sumur West Madura Offshore milik Pertamina Hulu Energi (PHE) berjalan lancar.

Ini ditunjukkan dari kunjungan kerja Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko, dan Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Nurwahidi, PHE WMO pada Sabtu (31/12).

Dalam kunjungan ini, perwakilan SKK Migas didampingi oleh Direktur PHE WMO Endro Hartanto, dan General Manager Zona 11 PHE Muhammad Arifin, beserta jajaran PHE WMO.

Kunjungan ini merupakan salah satu kegiatan pengawasan yang dilakukan SKK Migas untuk memastikan keberlanjutan operasional Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam mendukung kegiatan lifting akhir tahun 2022, dan persiapan pelaksanaan program untuk tahun 2023. Kegiatan kunjungan ini dilakukan serentak dibeberapa lokasi di Indonesia, yang salah satunya adalah PHE WMO.

Sebagai informasi, terdapat sepuluh well platform di PHE WMO yang berproduksi saat ini. Total produksi minyak dan gas dari 10 sumur tersebut hingga akhir 2022 sebanyak 9.941 barrel oil equivalen (BOE). Total produksi ini 115% di atas target yang ditetapkan SKK Migas.

Kunjungan SKK Migas ke PHE WMO ini, dilakukan karena blok migas yang terikat kontrak produksi sejak 7 Mei 2011 hingga 6 Mei 2031 ini, memiliki peran strategis dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional.

Selain memastikan kegiatan lifting berjalan lancar, SKK Migas juga ingin melihat bagaimana perkembangan produksi dan kendala-kendala apa yang dihadapi selama tahun 2022. Harapannya, dengan mengetahui secara detail tantangan yang dihadapi PHE WMO, SKK Migas dapat membantu menyiapkan langkah-langkah yang lebih baik di 2023.

"Kami memberikan apresiasi atas kinerja PHE WMO pada 2022, yang mencapai 115% di atas target yang telah ditetapkan. Sebagai wakil negara dalam mengelola hulu migas, SKK Migas menyampaikan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi yang tinggi dari segenap jajaran PHE WMO,", ujar Rudi, dalam keterangan resmi.

Meski mampu mencatatkan lifting 115% di atas target, PHE WMO disebutkan tetap memiliki sejumlah kendala dalam operasionalnya. Muhamad Arifin mengatakan, PHE WMO menghadapi sejumlah tantangan, yakni tertundanya reaktivasi dua sumur ESP di PHE-30. Kendala lainnya, adalah tertundanya rencana onstream Work Over sumur ESP PHE-40A1R,

"Keduanya mundur beberapa bulan, karena masalah teknis saat pelaksanaan, seharusnya bulan Mei menjadi Agustus 2022," ujar Arifin.

Ia menjelaskan, beberapa inisiatif pun diambil dengan mengoptimasi Lifting di sumur PHE-12A1, upaya lowering PHE-38A4, kegiatan well service dengan penggantian pompa ESP pada sumur PHE-40A3R, alternative power generation di PHE 30, serta beberapa kegiatan reaktivasi sumur. Upaya tersebut, dapat menahan laju decline rate di PHE WMO.

Selain dari sisi produksi, pada 2022 PHE WMO juga mencatatkan tingkat keselamatan kerja yang positif, di mana total recordable injury rate (TRIR) mampu bertahan di angka 0 selama 2.1 juta manhours hingga akhir November 2022, alias nihil kecelakaan kerja.

Advertisement

Saat ini PHE WMO telah mencatatkan 34.4 Juta manhours, atau lebih dari 9 tahun tanpa kecelakaan dengan kehilangan jam kerja.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait