Pasar Listrik Tenaga Nuklir Diproyeksikan Capai Rp 4.107 T pada 2027

Image title
5 Agustus 2023, 16:43
nuklir
Caixing Global
Ilustrasi, reaktor nuklir di Haiyang, Cina.

Pasar listrik nuklir global diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang signifikan di tahun-tahun mendatang. Pendapatan diproyeksikan meningkat dari US$ 204,41 miliar pada 2022 menjadi $217,4 miliar atau setara dengan Rp 4.107,64 triliun (asumsi kurs Rp 15.152,9) pada 2023.

Mengutip energyportal.eu, nilai tersebut mewakili tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 6,4%. Pertumbuhan ini diperkirakan akan terus berlanjut, dengan pasar diperkirakan mencapai US$ 271,08 miliar pada 2027, menunjukkan CAGR sebesar 5,7%.

Pemain terkemuka di pasar listrik tenaga nuklir, seperti EDF Group, Exelon Corp, Duke Energy Corp, Enel SpA, dan NextEra Energy, Inc., diperkirakan akan memainkan peran kunci dalam mendorong pertumbuhan pasar.

Pasar listrik nuklir mencakup pendapatan yang dihasilkan dari berbagai jenis reaktor, seperti reaktor air bertekanan (pressurized water reactors/PWR), reaktor air mendidih (boiling water reactors/BWR), dan reaktor berpendingin gas lanjutan (advanced gas-cooled reactors/AGR).

Lalu, reaktor moderasi grafit air ringan (light water graphite-moderated reactors/LWGR), neutron cepat reaktor (fast neutron reactors/FNR), dan pembangkit listrik tenaga nuklir yang dapat dioperasikan.

Sebagai informasi, nilai pasar yang dimaksud mencakup barang yang dijual oleh penyedia layanan dan berfokus pada barang dan jasa yang diperdagangkan antar entitas atau dijual ke konsumen akhir.

Asia Pasifik muncul sebagai wilayah terbesar di pasar listrik nuklir pada tahun 2022, diikuti oleh Eropa Barat. Pasar mencakup beberapa negara, termasuk Brasil, Cina, Prancis, Jerman, India, india, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Australia.

Meningkatnya permintaan listrik, terutama di negara-negara seperti Cina, India, Brasil, dan beberapa negara Afrika, diperkirakan akan mendorong pasar pembangkit listrik tenaga nuklir.

Permintaan listrik global sendiri, diproyeksikan meningkat pada tingkat 2,1% per tahun pada 2040, di mana Cina serta India akan menyumbang porsi yang signifikan dari pertumbuhan ini.

Energi nuklir memainkan peran penting dalam memenuhi permintaan listrik dunia yang terus meningkat dan mengatasi masalah global seperti keamanan energi, perubahan iklim, dan kebutuhan akan sumber energi berkelanjutan.

Teknologi nuklir menyediakan sejumlah besar tenaga dengan emisi karbon yang lebih rendah. Saat ini, energi nuklir menyumbang sekitar 10% listrik dunia.

Pasar listrik nuklir berkembang karena kemajuan teknologi yang sedang berlangsung dan inisiatif strategis oleh para pemain industri. Digitalisasi aset dalam industri pembangkit listrik dan distribusi juga menyebabkan meningkatnya kerentanan terhadap serangan dunia maya. Namun, industri mengambil langkah-langkah untuk mengatasi risiko ini.

Kesimpulannya, pasar listrik nuklir global akan mengalami pertumbuhan yang substansial di tahun-tahun mendatang, didorong oleh faktor-faktor seperti meningkatnya permintaan listrik, kemajuan teknologi, dan pergeseran menuju sumber energi yang berkelanjutan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...