Tren Jual Beli Properti Bergeser ke Digital

Pencarian hunian menggunakan e-commerce semakin tinggi, dengan rata-rata pencarian per bulan 610.000 dan rata-rata transaksi sebanyak 72.000
Michael Reily
13 Mei 2019, 15:11
properti, jual beli properti, e-commerce
Stanisic Vladimir/123rf
Ilustrasi, penggunaan e-commerce. Dewasa ini e-commerce tak hanya untuk transaksi fesyen atau elektronik, tapi transaksi jual-beli properti pun sudah semakin meningkat.

OLX Indonesia mencatat minat masyarakat untuk transaksi jual beli properti via e-commerce semakin tinggi. Penggunaan platform digital sebagai pencarian informasi rumah atau apartemen serta perbandingan daftar pilihan untuk finalisasi transaksi.

Head of Real Estate Category OLX Indonesia Ignasius Ryan Hasim menyatakan jumlah iklan properti 335 rata-rata sekitar 335 ribu setiap bulan. Jumlah penjual mencapai 92 ribu pengguna dengan perbandingan 20% agen properti dan 80% penjual individu.

Volume pencarian properti setiap bulan pun mencapai 610 ribu dengan transaksi yang terjual sebanyak 72 ribu unit per bulan. Sehingga, porsi transaksi yang terjadi setiap bulan bisa mencapai 25% hingga 30%.

"Tren jual beli properti sudah bergeser ke online, ketika masyarakat punya keinginan atau kebutuhan beli rumah, mereka pasti akan cari secara digital," kata Ryan di Jakarta, Senin (13/5).

Advertisement

Data OLX untuk bulan April, jumlah iklan properti terbaru mencapai 404 ribu dari total keseluruhan ikan sebanyak 4 juta iklan. Sekitar 213 ribu iklan merupakan penjualan rumah dengan porsi iklan rumah murah sebanyak 32 ribu unit.

(Baca Juga: Wacana Pemindahan Ibu Kota, Pencarian Properti Palangkaraya Melonjak)

Ryan mengaku rumah pencarian dengan kata kunci 'rumah murah di Jabodetabek' paling banyak di OLX dengan rentang harga Rp 200 sampai Rp 400 juta. Penggunaan filter kota yang paling banyak terpilih adalah Jakarta, Depok, Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, dan Surabaya.

Pencari properti baru di OLX pun menunjukkan gambaran yang sama dengan 253 ribu pengunjung bulanan terbanyak dari Jakarta yang mencapai 40%. "Rumah tapak masih jadi primadona dengan porsi 60% dari total iklan penjualan properti," ujar Ryan.

Dia mengungkapkan, tren pemilihan umum (Pemilu) dan suku bunga yang tinggi juga tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan properti. Ia pun menegaskan jumlah pencarian dan transaksi properti di OLX Indonesia masih konsisten secara metriks.

Ryan menambahkan, terdapat segmen pasar yang tidak terlalu terganggu untuk transaksi dan pencarian properti. Apalagi, masih ada kelangkaan kebutuhan rumah yang mencapai 2 juta unit setiap tahun di Indonesia.

(Baca Juga: Kurangi Travelling, Millenial Harus Menabung untuk Beli Rumah)

"Orang melihat properti bukan hanya sebagai hunian, tetapi juga alternatif instrumen keuangan," katanya lagi.

Reporter: Michael Reily
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait