Gojek Akan Buka 100% Layanan Ojek Online di Masa Transisi PSBB

Gojek mengklaim mitra driver telah memiliki kesadaran yang tinggi atas standar dan protokol kesehatan sehingga layanan ride sharing dapat beroperasi penuh.
Cindy Mutia Annur
4 Juni 2020, 22:01
Gojek memberikan hand sanitizer dan masker kesehatan kepada mitra pengemudi. Gojek mengklaim mitra driver telah memiliki kesadaran yang tinggi atas standar dan protokol kesehatan sehingga layanan ride sharing dapat beroperasi penuh saat pelonggaran transp
gojek
Gojek memberikan hand sanitizer dan masker kesehatan kepada mitra pengemudi. Gojek mengklaim mitra driver telah memiliki kesadaran yang tinggi atas standar dan protokol kesehatan sehingga layanan ride sharing dapat beroperasi penuh saat pelonggaran transportasi diberlakukan.

Merespons kebijakan pelonggaran transportasi umum, termasuk ojek online, perusahaan layanan on-demand Gojek menyatakan telah siap. Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan, perusahaan bakal membuka 100% layanan GoRide pada 8 Juni.

"Kami sangat menyambut baik hal ini, karena para mitra driver nantinya dapat kembali melayani transportasi bagi penumpang. Sebelumnya, pada masa penerapan PSBB mitra hanya melayani pengiriman barang, pesan antar makanan, berbelanja kebutuhan sehari-hari, dan lain sebagainya," ujar Nila kepada Katadata.co.id, Kamis (4/6).

Gojek menyatakan percaya diri mampu langsung membuka 100% layanan antar penumpangnya. Sebab, selama ini prosedur yang mengedepankan aspek kebersihan dan kesehatan termasuk bagi layanan transportasi GoRide dan GoCar, terus dikedepankan.

Beberapa prosedur tersebut antara lain, mewajibkan mitra driver untuk menggunakan masker, sarung tangan dan hand sanitizer sebagai syarat untuk menjalankan order, sesuai dengan peraturan pemerintah.

Advertisement

"Dari berbagai protokol dan edukasi kesehatan yang kami lakukan, mitra driver memiliki tingkat kesadaran yang tinggi atas standar dan protokol kesehatan," ujar dia.

Kedua, Hojek mewajibkan penumpang GoRide dan GoCar menggunakan masker. Gojek juga mewajibkan penumpang menggunakan masker selama berkendara, serta menghimbau untuk membawa helm SNI pribadi bagi penumpang GoRide.

(Baca: Imbas Pandemi,100 Ribu UMKM Gabung Jadi Mitra Gojek dalam 3 Bulan)

Ketiga, perusahaan mendirikan 130 Posko Aman Bersama Gojek di 16 kota, yang menyediakan tiga layanan rutin, pengecekan suhu tubuh, pembagian healthy kit (masker dan hand sanitizer) dan penyemprotan disinfektan. Posko ini, khusus dibuat untuk mendukung operasional seluruh mitra driver.

Keempat, menambah fitur informasi kesehatan mitra di aplikasi Gojek, yang memampukan pelanggan mengetahui suhu tubuh dan status disinfeksi kendaraan driver. Hal ini tergolong penting, demi menciptakan rasa aman, serta memastikan layanan memenuhi standar kesehatan dan higienis

Nila mengklaim bahwa perusahaan merupakan layanan on-demand pertama di Indonesia yang meluncurkan fitur ini.

Kelima, perusahaan akan menggunakan sekat pelindung plastik di kendaraan mitra driver. Saat ini, ribuan armada Gojek  juga telah dilengkapi sekat pelindung pembatas antara mitra driver dan penumpang.

"Jumlah ini akan terus bertambah ke depannya sebagai bagian dari standar keamanan dan kesehatan kami," ujar dia.

Terakhir, Gojek telah menjalankan layanan tanpa kontak fisik secara langsung (contactless delivery). Layanan ini berlaku untuk GoFood, obat GoMed, serta GoSend, GoMart, GoShop dan GoBox, yang tetap beroperasi melayani masyarakat selama periode masa transisi PSBB.

(Baca: Normal Baru, Layanan Pesan Antar Perusahaan Digital Bersaing Ketat)

"Masyarakat dapat menggunakan layanan ini tanpa kontak fisik secara langsung atau contactless delivery," ujar Nila.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan melonggarkan operasional transportasi umum selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di masa transisi mulai Jumat (5/6).

Selain melonggarkan transportasi umum, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengembalikan jam operasional kendaraan umum di Ibu Kota akan kembali normal.

Namun, kapasitas transportasi publik tetap dibatasi sebanyak 50%.  Selain itu stasiun dan halte juga akan menjalankan aturan jarak antrean minimal satu meter.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatasi jam operasional moda kereta dan bus di DKI Jakarta hingga 18.00 WIB demi mengurangi mobilitas penduduk. Ini dilakukan demi memutus penularan virus corona covid-19.

Selain transportasi, pelonggaran lain di antaranya kegiatan ibadah di rumah peribadatan, pusat perbelanjaan, dan aktivitas perkantoran. Ia juga menjelaskan masa transisi fase pertama akan dievaluasi akhir Juni 2020. Jika semua indikator menyatakan aman, maka pelonggaran lebih luas lagi akan dilakukan.

(Baca: Ojek Online Saat New Normal: Selfie, Pakai Partisi, Bawa Helm Sendiri)

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait