Peningkatan Kasus Covid-19 Picu Penurunan Harga Minyak Global

Harga minyak turun seiring dengan kekhawatiran pelaku pasar terkait peningkatan kasus Covid-19 bakal menghambat perbaikan ekonomi global.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
4 Agustus 2020, 08:45
Ilustrasi, kilang minyak. Harga minyak kembali turun terpengaruh kekhawatiran pelaku pasar terkait peningkatan kasus positif Covid-19.
Katadata
Ilustrasi, kilang minyak. Harga minyak kembali turun terpengaruh kekhawatiran pelaku pasar terkait peningkatan kasus positif Covid-19.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Harga minyak mentah dunia kembali turun dipicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap peningkatan kasus virus corona atau Covid-19. Sentimen negatif dari Covid-19 ini menggerus optimisme pelaku pasar terkait data ekonomi yang positif dari Amerika Serikat (AS), Eropa dan Asia.

Mengutip Bloomberg, Selasa (4/8), pukul 07.34 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2020 turun 1,04% menjadi US$ 43,69 per barel. Sementara, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman September 2020 turun 1,02% menjadi US$ 40,59 per barel.

Pelaku pasar khawatir pemulihan ekonomi global terhambat ketika lonjakan kasus baru virus corona terus meningkat, dengan infeksi telah menembus 18 juta kasus. Padahal sebelumnya pelaku pasar optimistis perbaikan ekonomi berjalan di jalur yang benar, dengan sejumlah negara mencatatkan data ekonomi positif.

Mengutip Reuters, Senin (3/8), aktivitas manufaktur AS tercatat meningkat ke level tertinggi pada Juli 2020. Hal ini ditunjukkan oleh purchasing manager's index (PMI) manufaktur AS yang naik dari 52,6 menjadi 54,2. Capaian ini lebih tinggi dibanding ekspektasi sebesar 53,6.

Selain itu, beberapa survei juga menunjukkan aktivitas manufaktur di zona Eropa meningkat pada Juli 2020 untuk pertama kalinya sejak awal 2019. Begitu pula dengan zona Asia juga mencatatkan kenaikan aktivitas manufaktur.

Sentimen positif ini sempat mengangkat harga minyak Brent sebesar 1,5% menjadi US$ 44,15 per barel dan minyak jenis WTI sebesar 1,8% ke level US$ 41,01 per barel. Namun, terus meningkatnya kasus positif Covid-19 membuat pelaku pasar ragu-ragu dan harga minyak kembali turun.

Sebab masih meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 membuat banyak negara memberlakukan pembatasan baru atau memperluas pembatasan, demi menahan laju penyebaran virus. Hal ini berpotensi menekan permintaan minyak global, padahal di saat yang sama ada pasokan diproyeksi bertambah.

Proyeksi pasokan berlebih muncul karena negara-negara produsen minyak atau OPEC dan Rusia berencana mengurangi pemangkasan produksi.

Produksi minyak dari OPEC tercatat meningkat lebih dari 1 juta barel per hari pada Juli 2020, karena Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya mengakhiri pembatasan produksi yang sebelumnya disepakati lewat OPEC. Produksi rencananya akan didorong hingga mencapai 1,5 juta barel per hari pada Agustus 2020.

Indikasi peningkatan produksi terlihat dari produksi kondensat minyak dan gas Rusia yang meningkat menjadi 9,8 juta bareal per hari selama 1-2 Agustus. Sebelumnya pada Juli 2020 produksi dari Rusia hanya 9,37 juta barel per hari.

Reporter: Verda Nano Setiawan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait