Dikuasai Grup Salim, Bank Ina Akan Ditopang Indofood dan Indomaret

Bank Ina bakal membidik segmen ritel dan fintech yang selama ini menjadi bagian ekosistem Grup Salim.
Image title
17 April 2020, 18:58
Bank Ina Perdana, Grup Salim, rencana kerja Bank Ina Perdana
ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Ilustrasi, gerai ritel Grup Salim. PT Bank Ina Perdana Tbk berharap dengan Anthony Salim sebagai pemegang saham pengendali, ekspansi ke segmen ritel bisa dilakukan melalui ekosistem Grup Salim.

Manajemen PT Bank Ina Perdana Tbk mengubah strategi bisnis setelah secara resmi Anthony Salim menjadi pemegang saham pengendali terakhir (PSPT) bank tersebut.

Direktur Utama Bank Ina Daniel Budirahayu mengatakan, dengan masuknya Bank Ina Perdana ke dalam jajaran perusahaan Grup Salim, maka peluang ekspansi terbuka lebar. Langkah ini juga membantu perusahaan semakin berkembang.

“Sebab, Bank Ina Perdana dapat melayani konsumen, supplier dan karyawan perusahaan-perusahaan di lingkungan Grup Salim,” kata Daniel Kepada Katadata.co.id, Jumat (17/4).

Bank Ina akan mempertahankan rencana bisnis fokus pada segmen ritel dan sebagai bank transaksi, baik dari segi pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) maupun penyaluran kredit.

Fokus Bank Ina untuk memperkuat segmen ritel ini ditopang oleh bisnis Grup Salim, seperti Indofood, Indogrosir dan Indomaret.

(Baca: Pieter Tanuri Mundur, Anthony Salim jadi Pengendali Utama Bank Ina)

Namun, rencana ekspansi Bank Ina Perdana belum akan agresif mengingat situasi pandemi virus corona atau Covid-19 belum reda. Sepanjang Januari-April 2020, Bank Ina Perdana baru membuka satu kantor cabang dan empat kantor kas.

"Kami masih mengkaji dampak Covid-19 terhadap rencana pembukaan kantor di semester II 2020,” ujarnya.

Sementara, di bidang digital Bank Ina Perdana telah meluncurkan kanal digital berupa internet banking dan mobile banking untuk individu, serta tengah mempersiapkan kanal digital khusus untuk nasabah korporasi.

Terkait dengan pengembangan infrastruktur digital, Bank Ina Perdana juga berencana menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi finansial atau financial technology (fintech) yang tergabung dalam Grup Salim.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/4), Pieter Tanuri melalui perusahaan afiliasinya PT Philadel Terra Lestari mengundurkan diri sebagai PSP dan pemegang saham pengendali terakhir (ultimate shareholder) Bank Ina Perdana.

Dengan demikian, Anthony Salim menjadi satu-satunya PTSP dan perusahaan afiliasinya PT Indolife Pensiontama menjadi PSP bank berkode saham BINA ini.

(Baca: Keluarga Salim Ikut Tax Amnesty, Deklarasi Harta Capai Rp 3.405 T)

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
Video Pilihan

Artikel Terkait