AMAN Tidak Menunda IPO Meski Kondisi Bursa Tengah Goyah

Meski kondisi pasar modal tengah diliputi ketidakpastian karena pandemi virus corona, AMAN memutuskan tetap melakukan IPO.
Image title
13 Maret 2020, 11:43
Warga memotret layar yang menampilkan infornasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/3/2020). BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan ('trading halt') pada sistem perdagangan di bursa efek pada Kamis (12/3) puku
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Warga memotret layar yang menampilkan infornasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/3/2020). BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan ('trading halt') pada sistem perdagangan di bursa efek pada Kamis (12/3) pukul 15.33 WIB karena dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5,01 persen.

PT Makmur Berkah Amanda Tbk secara resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-18 yang melaksanakan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) tahun ini.

Tepat pukul 09.00 WIB saham perusahaan berkode emiten AMAN ini tampil di layar perdagangan bursa dengan harga saham perdana Rp 110 per saham.

AMAN merupakan emiten dari sektor properti yang bergerak di bidang pembangunan kawasan industri dan jasa kawasan industri serta investasi pada entitas anak yang bergerak di bidang perhotelan.

Melalui IPO, perusahaan melepas 585.000.000 saham atau 15,10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Pada masa penawaran umum yang berlangsung tanggal 3-6 Maret 2020, terjadi oversubscribed sebesar 11 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling) saham yang ditawarkan ke publik.

Advertisement

Direktur Utama AMAN Adi Saputra Tedja Surya mengatakan, dari dana dari hasil IPO ini, 60% akan digunakan untuk akusisi lahan sekitar 12.000 meter persegi dikawasan Sidoarjo, Jawa Timur. Sementara, 30% akan digunakan untuk permodalan dan 10% untuk pernyertaan modal anak usaha, yakni Hotel Westin di Ubud, Bali.

(Baca: Meski Bursa Anjlok, 5 Emiten Masih Catatkan Kenaikan Signifikan)

Sayangnya, baru 15 menit IPO, perdagangan dihentikan pukul 09.15 WIB karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 5,01% ke level 4.650,58. Hal ini membuat sistem JATS otomatis menghentikan perdagangan.

Menanggapi kondisi tersebut, Adi Saputra Tedja Surya mengaku sudah memprediksinya, sebab menurutnya kondisi saat ini tidak hanya dialami oleh BEI, namun juga pasar modal lainnya, termasuk AS dan Eropa.

"Kita mau gimana juga, memang kondisinya market lagi seperti itu, kurang confident. Kita bisa lihat stock market global juga seperti saat ini. Down Jones kemaren juga turun 9%," ujarnya.

Ia juga menjelaskan, kondisi saat ini, di mana penyebaran virus corona kian masif, tidak menjadi alasan AMAN menunda pelaksanaan IPO. Pasalnya, Adi yakin fundamental perusahaan cukup kuat.

"Kita yakin dengan fundamental perusahaan kita. Jadi kita putuskan tetap IPO," ungkapnya.

Sejak pembukaan perdagangan hingga penutupan sesi pertama perdagangan Jumat (13/3), saham AMAN mencatatkan performa yang apik. Pada penutupan perdagangan sesi 1, saham AMAN berada di level Rp 148 per saham, naik 34,55%.

(Baca: Pasar Saham Dibekukan Sementara, Sejumlah Saham Blue Chip Anjlok)

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait