Di Masa Pandemi, Dana Murah Bank Syariah Mandiri Tumbuh 16,7%

CASA Bank Syariah Mandiri berkontribusi 34,92% terhadap total dana pihak ketiga yang mencapai Rp 100,42 trilun.
Image title
4 Juni 2020, 14:39
Ilustrasi, karyawan Bank Syariah Mandiri memberikan penjelasan kepada nasabah. Per April 2020, tabungan atau CASA Bank Syariah Mandiri tumbuh 16,7% dan berkontribusi hingga 34,92% terhadap total DPK.
ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Ilustrasi, karyawan Bank Syariah Mandiri memberikan penjelasan kepada nasabah. Per April 2020, tabungan atau CASA Bank Syariah Mandiri tumbuh 16,7% dan berkontribusi hingga 34,92% terhadap total DPK.

PT Bank Syariah Mandiri mencatatkan pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA) di tengah pandemi virus corona. Per 30 April 2020, posisi CASA Bank Syariah Mandiri tercatat sebesar Rp 35,1 triliun, naik 16,77% dibanding posisi April 2019.

Group Head Funding Hajj and Umra Bank Syariah Mandiri Vita Andrianty mengatakan, pertumbuhan CASA turut disumbang oleh terobosan digital lewat fitur pembukaan rekening online. Fitur ini terdapat dalam aplikasi Mandiri Syariah Mobile (MSM).

"Sejak diluncurkan pada akhir 2019, banyak masyarakat yang membuka rekening tabungan secara online. Apalagi di tengah pandemi corona, di mana masyarakat makin familiar berinteraksi melalui online termasuk melakukan pembukaan rekening," kata Vita, dalam siaran pers, Kamis (4/6).

Ia menjelaskan, melalui MSM masyarakat dapat membuka rekening tanpa harus datang ke kantor cabanf. Cukup dengan mengunduh MSM di handphone dan mengikuti prosesnya, dalam waktu 10 menit saja, masyarakat sudah memiliki rekening di Bank Syariah Mandiri.

Advertisement

Dari sisi peringkat nasional, kini tabungan Bank Mandiri Syariah masuk dalam posisi ke-6 di antara perbankan nasional, baik konvensional maupun syariah.

Terhadap posisi dana pihak ketiga (DPK), kontribusi CASA ini tercatat sebesar 34,92% dari keseluruhan DPK Bank Syariah Mandiri. Per 30 Aprl 2020, DPK Bank Syariah Mandiri tercatat sebesar Rp 100,42 triliun, naik 15,61% dibandingkan posisi per April 2019.

(Baca: Laba Mandiri Syariah Kuartal I Naik 51% Ditopang Penyaluran Kredit)

Pertumbuhan CASA juga menjadikan porsi low cost fund perusahaan naik dari 54,15% per April 2019 menjadi 56,91% per posisi April 2020. Adapun, total aset Bank Mandiri Syariah per April 2020 mencapai Rp113,14 triliun.

Dari sisi pembiayaan, Bank Syariah Mandiri mampu menyalurkan Rp 75,48 triliun pada April 2020, naik 8,35% dari penyaluran pembiayaan April 2019. Berkat ini, perusahaan berhasil mencatatkan kenaikan signifikan pada rasio laba terhadap ekuitas atau return on equity (ROE) di level 15,23% per April 2020.

Sebagai informasi, pada kuartal I 2020, Bank Syariah Mandiri berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 368 miliar atau naik 51,53% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Laba Bank Syariah Mandiri pada kuartal I 2020 ditopang oleh segmen pembiayaan dengan kontribusi Rp 75,70 triliun atau tumbuh 9,14%. Pembiayaan segmen konsumen tersebut meliputi program pembiayaan Kendaraan Berkah, Griya Berkah, Pensiun Berkah, dan Mitraguna Berkah.

Dengan adanya pertumbuhan pembiayaan, perusahaan mendapatkan kontribusi positif pada pertumbuhan pendapatan margin bagi hasil bersih yang tumbuh 6,33% menjadi Rp 2,23 triliun per Maret 2020. Sedangkan, fee based income meningkat 18,91% dari Rp 429 miliar pada kuartal I tahun lalu menjadi Rp 510 miliar pada Maret 2020.

(Baca: Karyawan Grup Mandiri Donasikan Gaji & THR Rp 17 Miliar untuk Covid-19)

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait