Saham Konsumer Ditutup di Zona Merah, IHSG Sesi Satu Turun 0,13%

Sepanjang perdagangan sesi pertama investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 53,76 miliar.
Image title
18 Juni 2020, 12:49
Ilustrasi, pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun 0,13% pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (18/6).
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Ilustrasi, pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun 0,13% pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (18/6).

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun 0,13% menyentuh level 4.981,5 pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (18/6). Pelemahan IHSG disebabkan mayoritas sektor di bursa berada berada di zona merah, dengan sektor konsumer mencatatkan penurunan paling tajam.

Saham sektor konsumer ditutup turun hingga 0,83% sepanjang sesi pertama. Saham yang membuat sektor ini turun antara lain PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang turun 1,51% menjadi Rp 8.150 per saham. Kemudian, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang turun 1,4% di Rp 8.825 per saham.

Meski demikian, ada tiga sektor yang pada sesi pertama ditutup menguat, dipimpin oleh sektor infrastruktur yang naik 2,15%. Kenaikannya ditopang oleh saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang meroket hingga 4,05% menjadi Rp 3.340 per saham.

Saham lain di sektor ini yang naik adalah PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang naik 1,12% menjadi di harga Rp 2.720 per saham. Saham telekomunikasi lainnya yang juga mencatatkan penguatan adalah, PT Indosat Tbk (ISAT), yang naik hingga 2,13% menyentuh Rp 2.400 per saham.

Advertisement

Volume saham yang diperdagangkan pada sesi pertama ini tercatat sebanyak 4,78 miliar unit saham, dengan total nilai transaksi Rp 3,34 triliun. Tercatat ada 188 saham yang bergerak menguat, sementara 201 saham lainnya turun, dan 144 saham stagnan.

Investor asing pada perdagangan sesi satu ini tercatat melakukan penjualan pada portofolio sahamnya, dengan nilai jual bersih (net sell) Rp 53,76 miliar di seluruh pasar. Net sell terbesar dilakukan di pasar reguler, dengan nilai Rp Rp 34,8 miliar.

(Baca: Investor Antisipasi Penurunan Bunga Acuan BI, IHSG Diprediksi Naik)

Pada perdagangan sesi pertama hari ini, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat paling banyak dilego investor asing, dengan nilai penjualan Rp 57,1 miliar. Akibatnya, saham BBCA turun 1,14% di level Rp 28,275 per saham.

Tak hanya IHSG, sebagian besar indeks bursa saham di kawasan Asia tercatat bergerak di zona merah. Indeks Nikkei 225 Jepang dan Hang Seng Hong Kong masing-masing turun 0,3% dan 0,22%. Kemudian, indeks Strait Times Singapura juga turun 0,13%. Sementara, indeks Shanghai Composite Tiongkok tercatat naik tipis 0,03%.

Sebelumnya, beberapa analis memproyeksi IHSG akan bergerak menguat hari ini, ditopang oleh sentimen stimulus bank sentral Amerika Serikat (AS) dan optimisme penurunan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Seperti diketahui, BI tengah melakukan Rapat Dewan Gubernur sejak kemarin. Hari ini, BI dijadwalkan mengumumkan hasil rapat tersebut, yang salah satunya membahas kebijakan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate.

Meski demikian, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menyebut, penguatan IHSG akan terbatas. Alasannya, pelaku pasar masih khawatir akan ancaman datangnya gelombang kedua virus corona atau Covid-19.

(Baca: Investor Ambil Untung dari Saham Perbankan, IHSG Cuma Naik Tipis 0,03%)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait