Pencadangan Naik, Laba Sinar Mas Multiartha Semester I Turun 6,8%

Selain kenaikan beban pencadangan dan underwriting asuransi, kinerja Sinar Mas Multiartha juga tertekan adanya kerugian penjualan investasi jangka pendek.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
30 Juli 2020, 15:16
Ilustrasi, uang rupiah. Laba PT Sinar Mas Multiartha Tbk sepanjang semester I 2020 turun 6,8% karena kenaikan beban pencadangan dan kerugian penjualan investasi jangka pendek.
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi, uang rupiah. Laba PT Sinar Mas Multiartha Tbk sepanjang semester I 2020 turun 6,8% karena kenaikan beban pencadangan dan kerugian penjualan investasi jangka pendek.

PT Sinar Mas Multiartha Tbk mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 6,8% sepanjang semester I 2020. Penurunan kinerja laba disebabkan karena beban perusahaan, terutama pencadangan, meningkat signifikan.

Mengutip laporan keuangan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang semester I 2020 perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 19,08 triliun. Jumlah tersebut naik hingga 8,33% dibandingkan capaian pada semester I 2019, yang sebesar Rp 17,61 triliun.

Penyumbang terbesar pendapatan Sinar Mas Multiartha berasal dari pendapatan underwriting asuransi, yang tercatat mencapai Rp 12,86 triliun. Capaian tersebut naik 9,54% dibandingkan semester I 2019, yang sebesar Rp 11,74 triliun.

Sementara, pendapatan bunga dan bagi hasil perseroan tercatat naik 7,17% sepanjang paruh pertama tahun ini menjadi Rp 2,72 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan bunga dan bagi hasil sebesar Rp 2,54 triliun.

Peningkatan ini utamanya disebabkan oleh lonjakan hasil investasi jangka pendek Sinar Mas Multiartha sebesar 113,4% menjadi Rp 688 miliar. Sedangkan, pendapatan dari bunga kredit justru turun 5,94% menjadi Rp 1,34 triliun.

Selain itu, perseroan juga mendapatkan keuntungan atas kenaikan nilai wajar efek yang belum terealisasi pada semester I 2020 senilai Rp 2,32 triliun. Angka tersebut meroket tajam sekitar 430% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang sebesar Rp 438,86 miliar.

Meski demikian, beban yang harus ditanggung oleh Sinar Mas Multiartha sepanjang paruh pertama tahun ini cukup besar, yaitu sebesar Rp 18,45 triliun. Jumlah tersebut, naik 9,32% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp 16,88 triliun.

Mayoritas beban perseroan berasal dari beban underwriting asuransi senilai Rp 13,31 triliun, naik 5,45% dibandingkan semester I 2019, sebesar Rp 12,62 triliun.

Sepanjang semester I 2020, Sinar Mas Multiartha juga mencatatkan kenaikan pada pos cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan dan non-keuangan, yang mencapai Rp 1,09 triliun. Jumlah ini naik 10,56% dibandingkan semester I 2019, yang sebesar Rp 994,93 miliar.

Tak hanya peningkatan beban, selama paruh pertama 2020 perseroan juga menanggung kerugian dari penjualan investasi jangka pendek, dengan nilai bersih Rp 1,01 triliun. Padahal tahun lalu, perseroan tidak mengalami kerugian ini.

Peningkatan beban yang signifikan, serta adanya kerugian pada investasi ini menggerus raihan pendapatan Sinar Mas Multiartha. Sehingga, sepanjang semester I 2020 perseroan hanya membukukan laba 593,3 miliar, turun 6,84% dibandingkan capaian semester I 2019, yang sebesar Rp 636,86 miliar.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Video Pilihan

Artikel Terkait