Jelang Rilis Data Ekonomi AS, Rupiah Melemah 0,4% ke Rp 14.600/US$

Investor bersikap hati-hati dan belum masuk pasar emerging market menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi AS.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
30 Juli 2020, 17:19
Ilustrasi, uang rupiah dan dolar AS. Nilai tukar rupiah Kamis (30/7) sore melemah 0,4% ke level Rp 14.600 per dolar AS.
ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc.
Ilustrasi, uang rupiah dan dolar AS. Nilai tukar rupiah Kamis (30/7) sore melemah 0,4% ke level Rp 14.600 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada pasar spot sore ini, Kamis (30/7), melemah 0,4% ke level Rp 14.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah terjadi menjelang rilis pertumbuhan ekonomi AS kuartal II 2020.

Bersamaan dengan rupiah, beberapa mata uang Asia turut melemah terhadap dolar AS. Mengutip Bloomberg, yen Jepang tercatat melemah 0,19%, dolar Hong Kong melemah tipis 0,01%, dan dolar Singapura melemah 0,17%.

Kemudian, dolar Taiwan tercatat melemah 0,09%, won Korea Selatan melemah 0,09%, rupee India melemah 0,07%, dan yuan Tiongkok melemah 0,06% terhadap dolar AS.

Sementara, peso Filipina, ringgit Malaysia, dan baht Thailand masing-masing tercatat menguat terhadap dolar AS sebesar 0,09%, 0,05%, dan 0,02%.

Adapun, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan nilai tukar rupiah di posisi melemah 83 poin ke level Rp 14.653 per dolar AS. Kurs ini dipublikasikan Bank Indonesia (BI) pada pukul 10.00 WIB.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelaku pasar saat ini sedikit berhati-hati untuk berinvestasi ke negara emerging market.

Grafik:

"Sikap hati-hati ini makin terlihat menjelang rilis data produk domestik bruto AS, yang diperkirakan menunjukkan seberapa dalam resesi yang akan dialami. Hal tersebut berpengaruh terhadap fluktuasi mata uang di pasar" ujar Ibrahim kepada Katadata.co.id, Kamis (30/7).

Pada kuartal I 2020, perekonomian AS tercatat mengalami kontraksi 5%, dan berdasarkan hasil polling Forex Factory terlihat adanya perkiraan pertumbuhan ekonomi AS terkontraksi 34,5% pada kuartal II.

Oleh karena itu, ia menilai hanya keajaiban yang luar biasa yang bisa membuat AS lepas dari resesi di kuartal II 2020. Adapun, data pertumbuhan ekonomi AS akan dirilis malam ini, pukul 19:30 WIB.

Di sisi lain, pasar terus mengamati pertengkaran politik antara partai Republik dan Partai Demokrat atas paket penyelamatan fiskal AS yang disodorkan oleh pemerintah. Kendati demikian, paket tersebut sudah mendekati kesimpulan.

Pada perdagangan awal pekan depan, Ibrahim memperkirakan rupiah akan kembali menguat dengan ditopang sentimen stimulus AS. Ia memprediksi, pergerakan rupiah akan berada di rentang level Rp 14.550 hingga Rp 14.630 per dolar AS.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Video Pilihan

Artikel Terkait