Meski Diiringi Aksi Jual Investor Asing, IHSG Naik 0,63% ke 5.190

IHSG naik 0,63% ke level 5.190,16 meski investor asing kembali melakukan aksi jual dengan nilai net sell sebesar Rp 704,5 miliar.
Image title
Oleh Muchammad Egi Fadliansyah
11 Agustus 2020, 16:57
Ilustrasi, layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat naik 0,63% ke level 5.190,16 pada penutupan perdagangan Selasa (11/8).
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Ilustrasi, layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat naik 0,63% ke level 5.190,16 pada penutupan perdagangan Selasa (11/8).

Tren kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) terus berlanjut, dengan penutupan pada perdagangan Selasa (27/3) di level 5.190,16. Capaian ini naik 0,63% dari posisi indeks sehari sebelumnya yang berada di level 5.157,83.

Sepanjang perdagangan hari ini, tercatat total 11,4 miliar unit saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,03 triliun. Terdapat 242 saham berakhir di zona hijau, sedangkan 217 saham turun dan 139 saham stagnan.

Meski pergerkan IHSG naik, namun pergerakannya diwarnai oleh aksi jual investor asing yang mencapai Rp 704,5 miliar. Jumlah ini meningkat dibandingkan nilai jual yang dilakukan investor asing pada perdagangan sehari sebelumnya, yakni Rp 477,92 miliar.

Saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dengan nilai penjualan bersih atau net sell sebesar Rp 295,7 miliar. Disusul oleh saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dengan nilai net sell masing-masing Rp 76,5 miliar dan Rp 46,4 miliar.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan maraknya aksi jual investor asing di pasar modal lantaran adanya rotasi portofolio. Ia menilai investor asing mengalihkan porofolionya kepada instrumen lainnya seperti valuta asing maupun surat utang negara (SUN).

“Mereka hanya beralih ke instrumen investasi lainnya, karena kinerja emiten yang dilepas secara fundamental tak masalah. Jadi ini menurut saya hanya sekadar rotasi portofolio,” kata Reza kepada Katadata.co.id.

Sementara pergerakan IHSG yang naik menurutnya lebih disebabkan karena penguatan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Minat investor masuk ke bursa juga makin tinggi karena melihat upaya pemerintah menggelontorkan beragam stimulus untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Kenaikan IHSG hari ini utamanya didorong oleh kinerja saham sektor properti, industri dasar dan keuangan. Ketiga indeks sektoral tersebut masing-masing naik 1,60%, 1,55% dan 1,36%, tertinggi di antara sektor lainnya.

Sektor properti ditopang oleh saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang menguat 8,57% ke level Rp 570 per saham. Diikuti saham saham PT Pakuwan Jati Tbk (PWON) yang naik 2,60% ke level Rp 394 per saham. Disusul oleh saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang naik 3,94% ke level Rp 660 per saham.

Di sektor industri dasar, saham yang tercatat menguat signifikan adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang naik 4,74% ke level Rp 1.105 per saham. Kemudian, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) tercatat naik 0,4% ke level harga Rp 6.300 per saham.

Sedangkan dari sektor keuangan, kenaikannya ditopang saham-saham bank berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) misalnya, tercatat naik 3,45% ke level Rp 4,780 per saham.

Kemudian, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 3,02 % ke level Rp 5,975 per saham dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 1,92% ke level Rp 3,190 per saham.

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah

Video Pilihan

Artikel Terkait