Pemerintah Bidik Rp 40 T dari Penjualan Tujuh Surat Utang Pekan Depan

Tujuh Surat Utang Negara (SUN) yang akan dilelang pada 25 Agustus 2020 terdiri dari dua jenis yakni Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Negara (ON).
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
21 Agustus 2020, 10:23
Ilustrasi, Gedung Kementerian Keuangan. Pemerintah akan kembali melelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target perolehan dana maksimal Rp 40 triliun.
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA
Ilustrasi, Gedung Kementerian Keuangan. Pemerintah akan kembali melelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target perolehan dana maksimal Rp 40 triliun.

Pemerintah akan kembali melelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif sebesar Rp 20 triliun dan maksimal Rp 40 triliun. Lelang SUN dilakukan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Mengutip keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, lelang SUN tersebut akan dilaksanakan pada 25 Agustus 2020 mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Sementara setelmen hasil lelang akan dilakukan pada 27 Agustus 2020.

Tujuh seri SUN yang akan dilelang terdiri dari dua jenis yaitu Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Negara (ON). SPN yang akan dilelang terdiri dari dua seri, yakni SPN03201126 dan SPN12210603. Sementara, ON yang akan dilelang terdiri dari lima seri yaitu FR0086, FR0087, FR0080, FR0083 dan FR0076.

Dua seri SPN yang akan dilelang menawarkan tingkat bunga diskonto, dengan alokasi pembelian non-kompetitif ditetapkan maksimal 50% dari yang dimenangkan. Untuk tenornya, seri SPN SPN03201126 akan jatuh tempo pada 26 November 2020 dan untuk seri SPN12210603 akan jatuh tempo 3 Juni 2021.

Sementara, alokasi pembelian non-kompetitif untuk lima seri ON yang akan dilelang ditetapkan sebesar 30% dari jumlah yang dimenangkan. Tingkat kupon dan periode yang ditawarkan pada lima seri ON ini bervariasi,

Untuk seri FR0086, kuponnya ditetapkan sebesar 5,5% dengan periode jatuh tempo pada 15 April 2026, sementara seri FR0087 memiliki tingkat kupon 6,5% dan akan berakhir pada 15 Februari 2031.

Kemudian, seri FR0080 memiliki tingkat kupon sebesar 7,5% dan akan jatuh tempo pada 15 juni 2035, sedangkan seri FR0083 yang jatuh tempo pada 15 April 2040 kuponnya ditetapkan sebesar 7,5%. Terakhir, seri FR0076 memiliki tingkat kupon 7,375% dan berakhir pada 15 Mei 2048.

Penjualan tujuh SUN ini akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI). Lelang bersifat terbuka alias open auction, menggunakan metode harga beragam.

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif akan membayar sesuai dengan imbal hasil atau yield yang diajukan. Sementara pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif, akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

Peserta lelang tujuh SUN ini terdiri dari tiga pemain yakni dealer utama, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan BI. Dealer utama pada lelang kali ini antara lain  Citibank N.A., Deutsche Bank AG, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Kemudian, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Permata Tbk.

Lalu, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank ANZ Indonesia, Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank N.A, PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Video Pilihan

Artikel Terkait