Efek Pandemi, Astra Perkirakan Penjualan Kendaraan Turun hingga 45%

Tahun ini Astra International memperkirakan penjualan mobil bakal turun 44% sementara penjualan sepeda motor diperkirakan turun 40%-45%.
Image title
Oleh Agung Jatmiko
24 Agustus 2020, 16:57
Ilustrasi, Menara Astra. PT Astra International Tbk memperkirakan penjualan kendaraan bermotor tahun ini bakal turun seiring belum pulihnya daya beli masyarakat imbas pandemi virus corona atau Covid-19.
Dokumentasi Astra
Ilustrasi, Menara Astra. PT Astra International Tbk memperkirakan penjualan kendaraan bermotor tahun ini bakal turun seiring belum pulihnya daya beli masyarakat imbas pandemi virus corona atau Covid-19.

PT Astra International Tbk mengatakan tidak yakin di masa normal baru penjualan mobil dan sepeda motor bakal kembali melonjak seperti masa sebelum pandemi virus corona atau Covid-19. Alasannya, pemulihan daya beli masyarakat yang terdampak pandemi membutuhkan waktu sehingga hal ini akan berpengaruh pada penjualan kendaraan bermotor.

Direktur Astra International Henry Tanoto menjelaskan arah penjualan kendaraan bermotor perseroan sepenuhnya tergantung dari kondisi pasar atau market. Berkaca pada pernyataan Gabungan Indostri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil tahun ini diperkirakan sebesar 600.000 unit atau turun sekitar 40% dibandingkan tahun lalu.

"Untuk Astra International, target penjualan mobil kami sesuai dengan pangsa pasar kami di kendaraan bermotor roda empat," kata Henry dalam konferensi pers secara virtual, Senin (24/8).

Pangsa pasar kendaraan bermotor roda empat Astra International terhadap total nasional sendiri di kisaran 50%. Artinya, perseroan menargetkan mampu menjual sekitar 300.000 unit mobil tahun ini. Perkiraan penjualan mobil perseroan ini lebih rendah  dibandingkan pencapaian tahun lalu, sebab pada 2019 Astra International mampu menjual sebanyak 536.000 unit.

Sementara untuk sepeda motor, perseroan juga tidak menargetkan adanya pertumbuhan penjualan tahun ini. Pasalnya, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sudah memperkirakan penjualan kendaraan bermotor roda dua turun 40%-45% tahun ini.

"Sesuai dengan perkiraan AISI, penjualan sepeda motor perseroan tahun ini kemungkinan juga akan turun 40%-45%," kata Direktur Astra International Johannes Loman.

Sepanjang tahun lalu perseroan mampu menjual 4,9 juta unit sepeda motor, tumbuh 3% dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya jika ada penurunan 40%-45% pada tahun ini, maka penjualan kendaraan bermotor roda dua Astra International berada diperkirakan turun menjadi 2.340.000 atau 2.145.000 unit.

Performa penjualan kendaraan besutan Astra International yang kurang maksimal sudah terlihat sejak paruh pertama tahun ini. Sepanjang semester I 2020 penjualan mobil perseroan turun 45% menjadi 139.550 unit imbas pandemi corona. Pada kuartal II 2020, penjualannya turun 92% dibandingkan kuartal I 2020.

Begitu pula dengan penjualan sepeda motor, juga mengalami penurunan tajam. Penjualan sepeda motor Astra tercatat turun 40% menjadi 1,5 juta unit pada semester I 2020. Pada kuartal II 2020, penjualannya turun 80% dibandingkan kuartal II 2019.

Kinerja penjualan kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor yang turun tajam ini berpengaruh pada laba perseroan dari lini otomotis pada semester I 2020. Sepanjang paruh pertama tahun ini, laba Astra International dari lini bisnis otomotif tercatat sebesar Rp 716 miliar, turun 79% dibandingkan semester I 2019, yang sebesar Rp 3,45 triliun.

Performa lini bisnis otomotif yang turun ini kemudian berpengaruh terhadap kinerja perseroan secara keseluruhan, mengingat lini ini memegang porsi yang sangat signifikan. Sepanjang semester I 2020 laba Astra International tanpa memperhitungkan penjualan kepemilikan PT Bank Permata Tbk tercatat sebesar Rp 5,49 triliun. Jumlah ini turun 43,92% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja perseroan diuntungkan karena pada paruh pertama tahun ini menjual kepemilikannya atas Bank Permata kepada Bangkok Bank. Berkat penjualan ini, perseroan berhasil meraup dana sebesar Rp 5,88 triliun. Sehingga laba bersih perseroan menjadi sebesar Rp 11,37 triliun, naik 16,06% dibandingkan semester I 2019.

Video Pilihan

Artikel Terkait