Belum Ada Sentimen Positif, Rupiah Bergerak Melemah ke Rp 14.695/US$

Pelaku pasar tengah menunggu hasil pertemuan The Fed untuk mencari indikasi arah pasar selanjutnya
Agatha Olivia Victoria
27 Agustus 2020, 10:04
Ilustrasi, uang rupiah dan dolar AS. Sempat dibuka menguat, nilai tukar rupiah bergerak melemah ke level Rp 14.695 per dolar AS pada Kamis (27/8).
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Ilustrasi, uang rupiah dan dolar AS. Sempat dibuka menguat, nilai tukar rupiah bergerak melemah ke level Rp 14.695 per dolar AS pada Kamis (27/8).

Meski dibuka menguat 0,49% ke level Rp 14.605 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pasar spot hari ini, Kamis (27/8), nilai tukar rupiah langsung bergerak melemah ke level Rp 14.695 per dolar AS.

Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang Asia melemah pagi ini terhadap dolar AS. Mengutip Bloomberg, yen Jepang tercatat melemah 0,05%, dolar Singapura melemah tipis 0,01%, peso Filipina melemah 0,18%, yuan Tiongkok melemah 0,06%, ringgit Malaysia melemah 0,02% dan baht Thailand melemah 0,04%.

Sementara itu, dolar Taiwan tercatat menguat 0,25%, won Korea Selatan menguat tipis 0,03% dan rupee India menguat 0,04% terhadap dolar AS. Sedangkan dolar Hong Kong tercatat stagnan.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengungkapkan sentimen positif dari pasar keuangan AS semalam mungkin bisa tertahan hari ini di pasar Asia. Tertahannya sentimen positif yang mampu mengungkit gerak rupiah disebabkan karena tensi hubungan antara AS dan Tiongkok yang tak mereda.

"Ketegangan AS dan Tiongkok di kawasan laut China Selatan menjadi fokus perhatian pelaku pasar karena belum menunjukkan indikasi bakal mereda," kata Ariston kepada Katadata.co.id, Kamis (27/8).

Di sisi lain, Ariston menilai pasar juga masih tertekan dengan kondisi ekonomi global yang masih diiringi peningkatan kasus positif virus corona atau Covid-19. Masih merebaknya virus corona menjadi pertanda bahwa pemulihan ekonomi global bakal berjalan lambat.

Melansir Worldometers, kasus positif Covid-19 dunia tercatat mencapai 24,33 juta dengan angka kematian mencapai 829.664 orang sedangkan jumlah pasien Covid-19 yang sembuh tercatat sebesar 16,87 juta orang.

AS masih menjadi negara dengan kasus positif Covid-19 tertinggi di dunia, dengan jumlah penderita tercatat mencapai 6 juta orang. Diikuti oleh Brazil dengan total kasus sebanyak 3,72 juta orang dan India sebanyak 3,31 juta orang.

Posisi keempat dan kelima ditempati oleh Rusia dan Afrika Selatan dengan jumlah kasus positif Covid-19 keduanya masing-masing 970.865 dan 615.701 orang.

Indonesia sendiri berada di posisi ke-23 dengan total kasus positif Covid-19 mencapai 160.165 orang, dengan angka kematian sebanyak 6.944. Sementara jumlah pasien Covid-19 di Indonesia yang dinyatakan sembuh totalnya mencapai 115.409 orang.

Selain tensi hubungan AS-Tiongkok dan peningkatan jumlah kasus Covid-19, pergerakan rupiah masih tertahan karena pelaku pasar tengah menanti pernyataan Gubernur Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) malam ini.

"Hasil pertemuan The Fed akan digunakan pelaku pasar untuk mencari indikasi arah pasar selanjutnya," ujar Ariston.

Berdasaran sentimen-sentimen yang ada, Ariston memprediksi rupiah bergerak melemah hari ini di kisaran Rp 14.600-Rp 14.750 per dolar AS.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Video Pilihan

Artikel Terkait