Usulan Program Dipercepat, Serapan Anggaran PEN Telah Capai Rp 679 T

Pemerintah memacu beberapa program penanganan pandemi virus corona sehingga realisasi serapan anggaran PEN telah mencapai Rp 679 triliun dari pagu anggaran Rp 695,2 triliun.
Image title
4 September 2020, 21:59
Ilustrasi, Menko Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan serapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah mencapai Rp 679 triliun dari total pagu sebesar Rp 695,2 triliun.
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/wsj.
Ilustrasi, Menko Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan serapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah mencapai Rp 679 triliun dari total pagu sebesar Rp 695,2 triliun.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah mempercepat usulan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) selama sepekan ini, sehingga realisasi penyerapan anggaran untuk memulihkan ekonomi bisa tercapai sesuai target. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan serapan anggaran PEN sudah mencapai Rp 679 triliun dari total pagu sebesar Rp 695,2 triliun.

"Jadi hampir seluruh program terpakai dan masih ada satu minggu untuk mendetailkan yang perlu ditambahkan. Proses realokasi anggaran PEN akan difinalkan pada pekan depan," kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Jumat (4/9).

Ia pun menyampaikan, restrukturisasi kredit perbankan telah mencapai Rp 857,6 triliun yang terdiri dari kredit korporasi sebesar Rp 502,74 triliun untuk 1,42 juta debitur. Kemudian, restrukturisasi kredit untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp 354,26 triliun untuk 5,76 juta nasabah.

Adapun, realisasi penyaluran kredit dari himpunan bank milik negara (himbara) mencapai Rp 79,7 triliun dari total anggaran sebesar Rp 30 triliun. Sementara, penyaluran kredit di Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang tercatat saat ini sebesar Rp 11,5 triliun menurut Airlangga masih perlu terus didorong.

Saat ini, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah direalisasikan sebesar Rp 103 triliun dari target Rp 190 triliun. Selanjutnya, Bantuan Presiden bagi pelaku UMKM (BPUM) telah disalurkan sebesar Rp 13,4 triliun kepada 5,5 juta pelaku usaha yang didominasi oleh Provinsi Jawa Barat.

Kemudian, program subsidi kepada karyawan telah dicairkan untuk 13,5 juta penerima yang memiliki rekening di berbagai perbankan. Seperti diketahui, program ini diberikan kepada karyawan dari berbagai latar belakang profesi seperti pekerja honorer, guru honorer, karyawan hotel, hingga tenaga medis.

Para pekerja tersebut mendapatkan bantuan subsidi upah senilai Rp 600.000 per bulan selama empat bulan yang diberikan setiap dua bulan sekali. Artinya, dalam satu kali pencairan bantuan subsidi upah yang diterima adalah sebanyak Rp 1,2 juta.

Selanjutnya, ia memastikan program Kartu Prakerja sudah memasuki pendaftaran gelombang VIII. Saat ini jumlah peserta program Kartu Prakerja sudah mencapai 3 juta orang, dengan besaran insentif telah disalurkan kepada kepada 610.563 orang.

"Dari total peserta Kartu Prakerja, sebanyak 849.921 orang telah menyelesaikan pelatihan pertamanya dan 610.563 orang telah menerima insentif," kata Susi seperti dikutip dari keterangan pers, Jumat (4/9).

Airlangga juga memastikan bahwa pemerintah terus mendorong program pemberian bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak pandemi corona. Beberapa program sudah berjalan, seperti penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) kepada 29 juta masyarakat yang masuk kategori miskin.

Bantuan yang diberikan terdiri dari tiga program, yakni Program Keluarga Harapan (PKH), program kartu sembako dan program bansos tunai maupun non-tunai.

Reporter: Rizky Alika

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait