Kenapa BI Enggan Pangkas Suku Bunga

Meski ruang penurunan suku bunga sudah ada, BI khawatir terhadap beberapa kemungkinan risiko yang berdampak pada ekonomi nasional apabila suku bunga diturunkan saat ini.
Agus Dwi Darmawan
19 Oktober 2015, 19:54

KATADATA - BI beralasan situasi ekonomi global dan domestik masih belum memungkinkan untuk memangkas suku bunga. Pengaruh dari tingkat global disebabkan oleh belum ada kepastian terhadap rencana bank sentral AS, The Fed, menaikkan suku bunga. Sedangkan, dari dalam negeri, BI mengkhawatirkan sejumlah risiko yang akan timbul jika suku bunga diturunkan saat ini.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung, jika suku bunga dipangkas sekarang, maka akan berdampak pada keluarnya dana asing (capital outflow) dari pasar obligasi. “Padahal, porsi asing cukup besar di pasar obligasi dan saham,” ujarnya.

Juda mengingatkan sepanjang Oktober, aliran dana asing sudah masuk ke Indonesia sebesar US$ 249 juta. Alhasil, pasokan dan permintaan dolar menjadi seimbang dan memicu penguatan rupiah dalam beberapa minggu terakhir. "Pada Oktober mulai ada net-supply (dolar) karena para pemegang dolar atau eksportir sudah mulai melepas (dolar)," kata Juda.

Alasan lainnya, Bank Indonesia terus berupaya menjaga laju inflasi agar sesuai dengan target pemerintah di kisaran 4 persen. Bila BI Rate diturunkan, bank sentral khawatir akan membuat likuiditas rupiah menjadi longgar sehingga memicu kenaikan inflasi.

Reporter: Leafy Anjangi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.