Kasus Corona Hampir 20 Ribu, Jokowi Usul ASEAN Bentuk Protokol Bersama

Kasus positif virus corona di ASEAN mencapai 19.997. Protokol bersama dibutuhkan untuk melacak dan menginvestigasi penyebaran Covid-19 di ASEAN.
Dimas Jarot Bayu
14 April 2020, 14:04
virus corona, pandemi corona, ASEAN, KTT ASEAN, Jokowi
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras.
Presiden Joko Widodo mengusulkan mengusulkan penyusunan protokol untuk merespoons pandemi corona di Asia Tenggara.

Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi  ASEAN pada Selasa (14/4) pagi membahas rencana kerja sama penanganan virus corona.  Dalam KTT virtual tersebut, Jokowi antara lain mengusulkan penyusunan protokol untuk merespoons pandemi corona di Asia Tenggara. 

Virus corona hingga kini telah menginfeksi 19.997 orang di Asia Tenggara, dengan angka kematian mencapai 884 orang. Sebanyak  235 kegiatan pertemuan terpaksa ditunda, dimodifikasi, bahkan dibatalkan di ASEAN. Pandemi tersebut juga mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara tahun ini dari 4,7% menjadi 1%. 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan, Jokowi mengusulkan penyusunan protokol untuk bersama melacak dan menginvestigasi penyebaran pandemi ini. Usulan tersebut, menurut dia, merupakan empat hal utama yang disampaikan Jokowi dalam KTT. 

(Baca: Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi akan Turun Cukup Tajam akibat Corona)

Jokowi  juga menekankan pentingnya pengaturan bersama untuk menjaga lalu lintas perdagangan pada saat menghadapi corona. Lalu lintas barang di Asia Tenggara tak boleh terhambat akibat wabah corona.

"Presiden menekankan tiga hal yang tak boleh terhambat, yaitu barang makanan, peralatan kesehatan, dan obat-obatan,"  kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui video conference, Selasa (14/4).

Advertisement

Selain itu, Jokowi menekankan pentingnya kerja sama perlindungan bagi warga negara Asia Tenggara. Ini terutama penting bagi buruh migran yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian negara-negara anggota ASEAN.

"Dalam konteks agak berbeda tapi terhubung dengan masalah perlindungan, di dalam deklarasi KTT disampaikan pentingnya operasionalisasi secara efektif guidelines bantuan konsuler oleh negara-negara misi ASEAN di negara ketiga untuk membantu warga dari negara-negara ASEAN," kata dia.

(Baca: WHO: Tak Semua Pasien Covid-19 yang Sembuh Kebal Virus Corona)

Retno mengatakan, Jokowi juga menekankan pentingnya kerja sama dengan para mitra ASEAN, khususnya Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Ia pun memberi dukungan atas rencana pembuatan dana khusus penanganan corona di Asia Tenggara bernama ASEAN Covid-19 Respond Fund.

Nantinya, dana khusus tersebut diambil dari realokasi ASEAN Development Fund dan juga ASEAN Cooperation Fund. "Realokasi bujet ini diperlukan sebagai langkah darurat untuk menyediakan peralatan medis yang diperlukan untuk memberantas Covid-19 bagi negara-negara ASEAN yang memerlukan," ucapnya.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait