Dunia Berebut Bahan Baku APD Corona, BKPM: Produsen Jangan Dipersulit

Industri APD menghadapi kesulitan untuk memperoleh bahan baku lantaran terjadi persaingan antara negara berbagai belahan dunia di tengah pandemi corona.
Image title
6 April 2020, 07:11
industri APD, alat pelindung diri, APD, produsen APD, bahan baku APD, BKPM, pandemi corona, virus corona, covid-19
ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.
Ilustrasi. Pemerintah memastikan tak segan-segan menindak pihak-pihak yang dapat semakin mempersulit industri pembuatan APD.

Industri alat pelindung diri tengah menghadapi kesulitan memperoleh bahan baku lantaran terjadi persaingan antara negara berbagai belahan dunia di tengah pandemi corona. Pemerintah pun memastikan tak segan-segan menindak pihak-pihak yang dapat semakin mempersulit industri pembuatan APD.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahdila menjelaskan, berbagai negara saat ini berebut bahan baku APD, terutama dari Korea Selatan dan Tiongkok. Persaingan pengusaha dalam memperoleh bahan baku sangat tinggi.

"Jadi yang sengaja mempersulit produsen APD akan kita sikat. Mereka produksi saja sudah syukur sebab bahan baku yang berkualitas sangat langka," ujar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam siaran pers dikutip Senin (6/4).

(Baca: Gelombang Virus Corona di Antara Minimnya Fasilitas dan Tenaga Medis)

Ia mengatakan, pemerintah akan memprioritaskan kebutuhan domestik dalam distribusi APD, yang akan disalurkan kepada rumah sakit-rumah sakit di seluruh tanah air. "Prioritas kita di dalam negeri," kata Bahlil.

Bahlil juga berkunjung ke pabrik PT GA Indonesia di Bogor, Jawa Barat yang telah memperoleh izin edar atas APD baju hazmat dan berjanji memenuhi kebutuhan domestik.

PT GA Indonesia bersama dengan 5 perusahaan garmen asal Korea Selatan lainnya yang berlokasi di Jawa Barat telag berkomitmen untuk mengejar percepatan pemenuhan kebutuhan baju APD bagi Indonesia.

(Baca: 135 Ribu Percakapan Covid-19 di Medsos, Paling Banyak soal Lockdown)

Hingga 3 April lalu, sebanyak 500 ribu baju APD telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Ke depan jika bahan baku memadai, konsorsium dapat memproduksi hingga 100 ribu unit per hari.

“Kami berterima kasih atas respon yang cepat dari BKPM saat kami ajukan izin edar, sehingga izinnya langsung selesai dalam 1 jam. Kami siap tingkatkan produksi, asalkan bahan baku tersedia,” ujar Song Sung Wook Direktur Utama PT GA Indonesia saat dikunjungi oleh BKPM.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait