Omzet KFC dan McD Merosot di Tengah Pembatasan Sosial Pandemi Corona

Pandemi virus corona turut memengaruhi penjualan di restoran cepat saji, seperti KFC dan McD.
Image title
1 April 2020, 20:17
KFC, MCD, pandemi corona
Katadata | Arief Kamaludin
Ilustrasi. KFC mengalami penurunan penjualan selama pandemi corona.

Pandemi virus corona turut memengaruhi penjualan di restoran cepat saji. PT Fast Food Indonesia Tbk yang menjadi pemegang hak waralaba KFC dan PT Rekso Nasional Food yang menjadi pemegang hak waralaba McDonald's mengatakan ada penurunan jumlah pnegunjung pada gerai seiring dengan anjuran bekerja dari rumah.

"Pasti semua bisnis mengalami penurunan tajam karena tidak ada traffic yang cukup pada layanan dine-in," kata Direktur PT Fast Food Indonesia Justinus Dalimin, kepada katadata.co.id, Rabu (1/4).

Saat ini, KFC tetap membuka layanan makan ditempat pada gerai yang berdiri sendiri dan gerai yang berada dalam pusat belanja yang masih dibuka. Selain itu, KFC juga melayani pemesanan melalui ojek online, layanan di bawa pulang atau take away, dan layanan antar atau delivery. Adapun, jam operasional setiap gerai akan bergantung dengan peraturan di setiap daerah.

Meski begitu, Justinus mengatakan pemesanan melalui ojek online, take away, dan delivery tidak bisa mengkompensasi penurunan pengunjung yang juga berdampak pada penurunan omzet. Ia pun enggan menyebutkan jumlah penurunan pengunjung dan omzet yang dialami KFC.

(Baca: Genjot Transaksi Digital, Bank Mandiri Gratiskan Top Up Saldo GoPay)

Setali tiga uang, McD juga mengalami penurunan penjualan seiring dengan pembatasan waktu operasional layanan take away, drive thru, dan McDelivery. Selain itu, McD juga menutup layanan makan di tempat.

"Namun kami tidak dapat memerinci berapa besar penurunan jumlah konsumen yang datang," kata Associate Director of Communications McDonald's Indonesia Sutji Lantyka.

Meski begitu, McD memastikan penurunan jumlah pengunjung tidak berdampak pada pemotongan jumlah karayawan. Ia mengatakan, seluruh karyawannya masih tetap bekerja.

Sutji mengatakan, pembatasan jam operasional dilakukan untuk menjaaga keamanan dan keselamatan konsumen dan karyawan. Selain itu, McD juga mendukung imbauan pemerintah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSSBB.

(Baca: Bertambah 22 Orang, Total 103 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh)

Dengan demikian, konsumen dapat memesan lewat layanan Contactless Service Take Away, Contactless Drive Thru, dan Contactless McDelivery. Sementara, penutupan layanan makan di tempat berlangsung hingga 14 hari ke depan.

Guna mengantisipasi penularan corona, seluruh kru dan pemasok McD wajib melakukan pengecekan suhu tubuh dua kali sehari. Selain itu, McD telah memperketat prosedur operasional standar dalam meningkatkan kebersihan di restoran hingga ke konsumen.

"Layanan McDelivery misalnya. Kami mewajibkan pengiriman makanan diantar dengan tidak melakukan kontak fisik sama sekali antara konsumen dan rider McDelivery," ujar dia.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait