Jokowi Minta Industri Pasok Lebih Banyak APD dan Produksi Ventilator

Indonesia membutuhkan 3 juta alat pelindung diri untuk menangani pandemi corona hingga Mei 2020. Namun, pemerintah baru menyediakan 165 ribu APD.
Dimas Jarot Bayu
30 Maret 2020, 16:17
Jokowi, alat pelindung diri, apd, pandemi corona, virus corona, covid-19, produksi ventilator, ventilator, ventilator buatan dalam negeri
ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.
Ilustrasi produksi APD. Presiden Jokowi ingin seluruh tenaga medis dapat menggunakan alat pelindung diri yang memadai saat menangani pasien Covid-19.

Kasus positif virus corona di Indonesia hingga kini telah menjangkit lebih dari 1.400 orang dan membunuh 122 orang. Presiden Joko Widodo pun meminta industri dalam negeri untuk meningkatkan ketersediaan alat pelindung diri bagi tenaga medis dan meningkatkan kemampuan untuk memproduksi ventilator.

 

 “Saya minta ini betul-betul dipantau, dari provinsi harus segera ditransfer lagi ke rumah-rumah sakit di daerah, sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat,” kata Jokowi saat membuka saat membuka rapat terbatas lewat video conference dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (30/3).

Jokowi ingin memastikan seluruh dokter, perawat, dan tenaga kesehatan menggunakan peralata yang memadai ketika menangani pasien Covid-19. Ia pun meminta pengadaan APD dan gaun medis dari 28 perusahaan dapat dipercepat lantaran stok di rumah sakit semakin terbatas. 

Advertisement

(Baca: Data Terbaru Corona di RI: 1.414 Pasien Positif, 122 Orang Meninggal )

Hingga 23 Maret 2020, pemerintah diketahui telah mengirimkan 165 ribu APD ke berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia. Padahal, perhitungannya menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan sekitar 3 juta APD hingga akhir Mei 2020.

“Untuk mendukung produksi APD saya juga minta diberikan kemudahan untuk bahan baku yang masuk dari impor,” kata Jokowi.

Ia juga meminta agar pengembangan ventilator di dalam negeri dipercepat. Dengan demikian, Indonesia dapat memproduksi ventilator sendiri.

 (Baca: Kasus Positif Corona DKI Hingga September Diperkirakan 151.047 Orang)

Kemudian, Jokowi meminta alat rapid test dan polymerase chain reaction  untuk pemeriksaan virus corona Covid-19 tersedia. Terkait rapid test, dia ingin prioritas pemeriksaan diberikan kepada para tenaga kesehatan beserta keluarganya dan orang-orang yang masuk kategori dalam pemantauan atau ODP.

“Perhatikan juga tadi gubernur banyak yang menyampaikan mengenai perangkat uji lab, seperti reagen, PCR, VPM, semuanya meminta itu, sehingga pengadaan untuk ini tolong diperhatikan,” kata dia.

Kepala Negara juga meminta apotek dan toko penyuplai kebutuhan pokok tetap buka guna melayani masyarakat. Hanya saja, mereka harus tetap menerapkan protokol jaga jarak yang ketat.

Dia pun memastikan pemerintah segera menyiapkan program perlindungan sosial dan stimulus ekonomi bagi pelaku UMKM dan pekerja informal. “Ini yang segera kita umumkan kepada masyarakat,” ucapnya.

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait