Pemerintah Minta Masyarakat Tunda Mudik Lebaran untuk Cegah Corona

Aktivitas mudik Lebaran dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko penularan virus corona hingga berlipat ganda.
Dimas Jarot Bayu
27 Maret 2020, 18:31
mudik lebaran, pandemi corona, virus corona, covid-19
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyarankan masyarakat untuk menunda rencana mudik Lebaran di tahun ini.

Pemerintah meminta masyarakat menunda rencana mudik Lebaran di tahun ini. Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona

Apalagi, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia kini telah mencapai 1.046. Dari jumlah tersebut, 46 orang sembuh dan 87 orang meninggal dunia.

“Kami menyarankan hati-hati, sebisa-bisanya ditunda sampai dengan kondisi ini menjadi jauh lebih baik,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jumat (27/3).

(Baca: Jumlah Kasus Positif Corona di Indonesia Tembus 1.000 Orang)

Advertisement

Yurianto menjelaskan aktivitas mudik berpotensi meningkatkan risiko penularan virus corona hingga berlipat ganda. Terlebih jika mudik dilakukan dengan membawa anggota keluarga yang cukup banyak dalam satu kendaraan.

Menurut Yurianto, hal itu bakal membuat kondisi di dalam kendaraan menjadi berdesak-desakan dan tak bisa menjaga jarak satu sama lain. “Risiko akan sangat besar terkait dengan hal itu,” kata Yurianto.

(Baca: Darurat Sistem Kesehatan Nasional Hadapi Ledakan Corona)

Dia juga kembali menyarankan masyarakat untuk tinggal di rumah saja. Berada di rumah bukan berarti menjadi tidak produktif. Masyarakat  bisa tetap bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. 

“Oleh karenanya ini cara yang paling tepat untuk memutus rantai penularan dari penyakit ini,” ucapnya.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait