Jokowi: Tak Perlu Takut Berlebihan dengan Virus Corona

Presiden Joko Widodo menyebutkan 94 persen pasien terinfeksi virus corona berhasil sembuh.
Image title
6 Maret 2020, 10:34
jokowi, virus corona, infeksi virus corona, cara mencegah virus corona
Antara/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo membagikan tips mencegah virus corona melalui akun instagramnya.

Presiden Joko Widodo meminta masyarakat tak perlu takut berlebihan terhadap virus corona. Musuh terbesar saat ini justru adalah rasa cemas, panik, dan ketakutan yang berlebihan.

"Karena virus corona dari data yang saya terima 94% lebih penderitanya dapat disembuhkan," ujar Jokowi dalam video singkat yang diunggah pada akun resminya di Instagram, Kamis (5/3).

Ia pun memberikan informasi berikut contoh cara mencegah virus corona. Pertama, mencuci tangan dengan air mengalir.

Kedua, hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut. Sebab, telapak tangan akan menyentuh berbagai benda yang rentan terkena virus.

(Baca: Harga Emas Antam Cetak Rekor Baru Rp 837 Ribu per Gram Imbas Corona)

Ketiga, jaga jarak dengan siapa pun yang batuk dan bersin. Virus corona dapat menyebar melalui tetesan cairan yang kelur saat batuk dan bersin. Berikan masker pada yang sakit agar tak menularkan yang lain.

"Cukup sederhana dan mudah dilaksanakan. Jadi sebenarnya musuh terbesar kita saat ini adalah bukan virus itu sendiri tapi rasa cemas, panik, ketakutan, serta rumor dan hoaks," tegas Jokowi.

Jokowi pun menekankan penting untuk meyakini fakta dan informasi yang benar, menjungjung solidaritas dan gotong royong dalam memerangi virus corona.

(Baca: Imbas Virus Corona, Sri Mulyani akan Berikan Sejumlah Keringanan Pajak)

Wabah virus corona telah menewaskan lebih dari 3.300 orang dan menjangkit lebih dari 98 ribu. Namun, lebih dari 50 ribu kasus berhasil sembuh, seperti terlihat dalam databoks di bawah ini.

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait