Harga Pangan Naik, Jokowi Ingatkan Kemendag Jaga Suplai Jelang Ramadan

Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Perdagangan memastikan pasokan bahan pangan cukup menjelang Ramadan.
Dimas Jarot Bayu
4 Maret 2020, 13:01
jokowi, harga pangan, harga gula, suplai bahan pangan
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Perdagangan menjaga suplai bahan pangan mendekati Ramadan.

Harga sejumlah bahan pokok, seperti gula dan bawang putih meningkat dalam beberapa hari terakhir.  Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Perdagangan menghitung kembali suplai kebutuhan pokok mendekati Ramadan. 

"Sudah dekat puasa, suplai barang harus cukup. Hati-hati, tolong dihitung urusan bawang putih, daging, gula," kata Jokowi saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3).

Penghitungan suplai kebutuhan pokok ini penting untuk membuat masyarakat tenang. Apalagi, masyarakat saat ini sudah cukup resah akibat kasus virus corona atau covid-19 di dalam negeri.

"Sudah khawatir karena corona, khawatir lagi karena suplai barang enggak ada. Berbahaya. Tolong respons ini," kata Jokowi.

(Baca: Jokowi Minta Prosedur Impor Bahan Baku Dipermudah)

Advertisement

Bukan hanya suplai kebutuhan pokok, Jokowi juga meminta agar kebutuhan bahan baku untuk produksi industri juga tercukupi. Ini mengingat pasokan bahan baku industri Indonesia yang utamanya berasal dari Tiongkok terhambat karena adanya wabah virus corona.

Untuk memenuhi hal tersebut, Jokowi menilai perlu adanya relaksasi untuk impor bahan baku industri. Dia meminta agar prosedur yang berbelit-belit dipercepat.

"Prosedur mana potong, sederhanakan, simpelkan. Ini situasi sangat tidak normal. Situasi sangat beda karena corona sangat berbeda," kata Jokowi.

(Baca: Kemendag Tak Bisa Batasi Lonjakan Harga Masker hingga Jutaan Rupiah)

Jika relaksasi impor tak dilakukan, hal tersebut bisa mengganggu proses produksi. Hal itu lebih lanjut bakal mengakibatkan menipisnya suplai barang di dalam negeri. Alhasil, harga barang-barang yang ada menjadi naik. Kenaikan harga lantas akan mendorong tingginya inflasi.

"Ini sudah kita jaga inflasi selama lima tahun. Jangan sampai terganggu gara-gara hal seperti ini," kata dia.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait