Kematian akibat Corona di AS Bertambah, Wall Street Justru Melesat

Agustiyanti
3 Maret 2020, 07:08
virus corona, virus korona, bursa saham AS, wall street, dow jones, kematian akibat corona
xPACIFICA/Getty Image
llustrasi. Dow Jones Industrial Average mencetak rekor kenaikan harian tertinggi sejak 2009 mencapai 5,09% ke level 26.703, meski kasus virus corona tengah merebak di AS.

 

Jumlah korban tewas akibat virus corona di Amerika Serikat meningkat menjadi enam orang dengan total kasus saat mencapai 100. Meski demikian, tiga indeks utama Wall Street ditutup naik lebih dari 4%.

Dow Jones Industrial Average mencetak rekor kenaikan harian tertinggi sejak 2009 mencapai 5,09% ke level 26.703. S&P 500 index naik 4,6%, sedangkan nasdaq composite naik 4,49%.

Dikutip dari CNN, Dow Jones dan S&P 500 pada pekan lalu anjlok masing-masing 12,4% dan 11,5% yang merupakan catatan terburuk sejak krisis 2008.

 (Baca: Facebook hingga Google Batalkan Konferensi Karena Virus Corona)

Kenaikan indeks saham tersebut terjadi di tengah kasus virus corona yang kian merebak di AS. Enam orang di negara bagian Washington kini meninggal akibat covid-19.

Pejabat Kesehatan King Country Jeffrey Duchin menyebut lima orang meninggal di wilayahnya. Sementara satu orang lain meninggi di wilayah Snohomish.

Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit AS atau CDC menyebut total kasus infeksi virus corona telah mencapai 100. Dari jumlah itu, sebanyak 48 kasus merupakan warga yang dievakuasi dari lokasi epicentrum virus corona di negara lain.

(Baca: IHSG Diramal Turun Lagi Efek Virus Corona, Saham BUMN Direkomendasikan)

Wakil Presiden AS Mike Pence menyebut Presiden Donald Trump akan mengunjungi CDC pada akhir pekan ini.

"Kami juga akan mengadakan pertemuan dengan industri penerbangan dan pelayaran," ujar Pence sat pertemuan dengan perusahaan farmasi di Gedung Putih.

Pertemuan dengan industri farmasi tersebut juga dihadiri oleh Trump yang difokuskan pada pembahasan potensi vaksin virus corona.

Advertisement

Pence juga menegaskan risiko kematian akibat virus corona rendah. Ia juga memastikan pemerintah AS telah siap dengan berbagai upaya untuk menanggulangi wabah tersebut.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait