Dukung Anies, Sandiaga: Monas Harus Terus Menerus Direvitalisasi

Sandiaga Uno meminta masyarakat tak terpecah belah terkait kebijakan revitalisasi Monas yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Image title
31 Januari 2020, 07:06
Sandiaga Uno, Anies Baswedan, revitalisasi monas
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Sandiaga Uno menyebut rencana revitalisasi Monas sudah muncul sejak tahun 1990-an.

Pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk merevitalisasi kawasan Monas. Ia menilai Monas harus terus menerus direvitalisasi untuk menyesuaikan perkembangan terkini.

"Monas itu harus terus menerus direvitalisasi. Harus terus dipastikan untuk penghijauan. Dengan adanya MRT ini bagaimana penataan," kata dia saat ditemui di acara Indonesia Data and Economic Conference (IDE Katadata) 2020 di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (30/1).

Menurut Sandi, Monas harus memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat sebagai paru-paru ibu kota. Kawasan tersebut digunakan masyarakat sebagai sarana  berolahraga, hingga berkegiatan sosial dan budaya, serta menjadi ikon pariwisata. Jumlah pengunjungnya diperkirakan mencapai 50 ribu-100 ribu orang per hari. 

(Baca: Kisruh Penebangan Pohon pada Proyek Revitalisasi Monas)

Ia mengatakan rencana revitalisasi Monas sudah muncul sejak tahun 1990-an. Namun, ada sejumlah penyesuaian dalam beberapa periode gubernur sehingga proses sayembara baru diselesaikan pada 2019 lalu.

Selain penghijauan, menurut dia, perlu pula penataan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan Monas. Penataan juga harus dilakukan dengan konsep yang kekinian.

"Jadi permasalahannya komprehensif dan harus hidup bersama," ujar Mantan Wakil Gubernur DKI tersebut.

(Baca: Menakar Setahun Kinerja Anies Baswedan Memimpin Ibu Kota)

Sandi pun berpesan, penataan Monas harus dilakukan dengan sinergi sejumlah pihak. Dengan demikian, pelayanan masyarakat dapat dipenuhi dengan revitalisasi Monas.

"Ini milik bersama, jangan juga gara-gara penataan Monas ini kita terpecah belah," kata dia.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait