Korban Meninggal Virus Corona di Tiongkok Bertambah jadi 132 Orang

Pemerintah Tiongkok juga mencatat lonjakan kasus infeksi virus corona menjadi 5.974 orang.
Agustiyanti
29 Januari 2020, 11:19
tiongkok, virus corona, korban meninggal, infeksi virus corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Thomas Peter
Ilustrasi. Sejumlah negara mulai mengevakuasi warganya dari Wuhan, pusat penyebaran virus corona.

Total korban meninggal akibat virus corona di Tiongkok bertambah 26 orang pada Selasa (28/1) menjadi 132 orang. Sementara jumlah kasus melonjak menjadi 5.974.

Dikutip dari Reuters, data yang dirilis Komisi Kesehatan Tiongkok pada Rabu (29/1) menyebutkan sebagian besar korban berada di Provinsi Hubei yang saat ini sudah ditutup.

Sejumlah negara pun berupaya mengevakuasi warganya dari Wuhan, kota di Hubei yang menjadi pusat epidemik. Jepang secara bertahap mengevakuasi 650 warganya dari Wuhan dengan 206 orang telah tiba menggunakan pesawat di Bandara Haneda pada hari ini.

Pemerintah AS juga mengirimkan pesawat ke Wuhan untuk mengevakuasi warganya pada hari ini tanpa menyebut total yang diangkut. Kedutaan besar di Beijing mengatakan sebelumnya pesawat sewaan akan mengangkut para staf kedutaan.

Advertisement

Australia juga menyatakan akan mengevakuasi warganya dan mengkarantina mereka di Pulau Christmas, lokasi terpencil di Samudra Hindia yang terkenal dengan perumahan bagi para pencari suaka.

(Baca: Corona Meluas, Menkumham Kaji Pencabutan Bebas Visa Warga Tiongkok)

Kasus-kasus baru dilaporkan di seluruh dunia termasuk Jerman, di mana empat orang dari perusahaan yang sama terinfeksi setelah salah satu dari mereka tertular dari koleganya saat mengunjungi Tiongkok.

Kasus di Jerman meningkatkan kekhawatiran tentang penyebaran virus dari manusia ke manusia yang dapat ditularkan dalam bentuk tetesan dari batuk dan bersin dan memiliki masa inkubasi hingga 14 hari.

Kekhawatiran akan penyebaran virus telah mendorong maskapai penerbangan di seluruh dunia untuk mengurangi penerbangan di Tiongkok dan perusahaan global untuk membatasi perjalanan karyawan ke negara itu.

Dikenal sebagai 2019-nCoV, virus corona baru jenis baru ini telah menciptakan kekhawatiran karena menyebar dengan cepat dan banyak hal yang belum diketahui, seperti dampak kematian dan apakah virus ini menular sebelum gejala muncul.

(Baca: Virus Corona Infeksi 2.700 Orang, Berikut Dampak ke Ekonomi Tiongkok)

Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, pusat transportasi utama dan ibu kota provinsi Hubei dengan populasi mencapai 11 juta orang. Pemerintah Tiongkok pun telah mengisolasi sebagian besar provinsi yang memiliki populasi hampor sama dengan Italia.

Otoritas kesehatan percaya virus itu berasal dari hewan dan telah menunjuk ke pasar makanan laut di Wuhan di mana satwa liar diperdagangkan secara ilegal.

Sebuah tim ilmuwan di Australia mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan versi lain dari virus corona di laboratorium, yang pertama kali diciptakan di luar Tiongkok. Terobosan ini diharapkan dapat membantu memerangi penyebaran penyakit global.

Para peneliti di Peter Doherty Institute untuk Infeksi dan Kekebalan di Melbourne mengatakan mereka akan berbagi sampel, yang tumbuh dari pasien yang terinfeksi, dengan Organisasi Kesehatan Dunia dan laboratorium di seluruh dunia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait