Kejaksaan Agung Audit Forensik Transaksi Tersangka Kasus Jiwasraya

Kejaksaan Agung juga menelusuri aliran uang terkait dugaan korupsi pada Asuransi Jiwasraya bersama PPATK.
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
20 Januari 2020, 23:23
kejaksaan agung, asuransi jiwasraya, audit forensik
Adi Maulana Ibrahim | KATADATA
Ilustrasi. Kejaksaan Agung memperkirakan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya mencapai Rp 13,7 triliun.

Kejaksaan Agung telah melakukan audit forensik dalam penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Audit tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan penyitaan komputer milik semua tersangka.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI Hari Setiyono menjelaskan upaya itu dilakukan untuk mempermudah kejaksaan mengetahui aliran uang dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 13,7 triliun. Pihaknya juga melibatkan tenaga-tenaga IT yang kompeten untuk mendapatkan data-data yang komprehensif.

"Kami melakukan kloning atau audit forensik terhadap komputer yang digunakan untuk transaksi itu. Kami juga menelusuri aliran uang bersama PPATK," kata Hari saat ditemui awak media di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (20/1).

Korps Adhyaksa hingga kini telah berhasil menyita komputer-komputer milik tersangka yang digunakan untuk menyimpan data-data transaksi. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci hasil temuan audit forensik.

"Kemarin yang berhasil disita di dalam penggeledahan itu ada milik tersangka Benny Tjokrosaputro, tersangka Syahmirwan dan Mantan Dirut Jiwasraya Hendrisman Rahim," kata dia.

(Baca: DPR Minta Kejagung Telusuri Keterlibatan Istana soal Kasus Jiwasraya)

Sebelumnya,  Jaksa Agung ST. Burhanuddin mengatakan telah mengirim surat permohonan kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelisik transaksi keuangan yang terkait dugaan korupsi Jiwasraya.

"Sudah mengajukan surat permohonan kepada PPATK untuk dilakukan penelurusan transaksi yang mencurigakan terhadap pihak-pihak terkait baik internal maupun eksternal Jiwasraya," kata Burhanuddin.

Kejaksaan Agung telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Tiga tersangka diketahui merupakan eks pejabat Jiwasraya, yakni  mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, bekas Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan dan, dan eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo.

(Baca: Video: Kejagung Sita Barang Mewah Tersangka Kasus Jiwasraya)

Ada pula dua tersangka dari pihak swasta, yakni Komisaris PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat. Kelima tersangka tersebut menjalani tahanan di tempat yang berbeda.

Pengusutan kasus dugaan korupsi Jiwasraya naik ke tingkat penyidikan sejak 17 Desember 2019, penyidikan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan Nomor 33/F2/Fd2/12 Tahun 2019. Berdasarkan catatan direksi baru, Jiwasraya tak dapat membayar klaim polis yang jatuh tempo pada periode Oktober-November 2019 sebesar Rp 12,4 triliun. 

Kejaksaan Agung menyebut kerugian negara akibat dugaan korupsi dalam pengelolaan dana investasi Jiwasraya sekitar Rp 13,7 triliun pada Agustus 2019. Selain salah membentuk harga produk yang memberikan hasil investasi pasti di atas harga pasar, Kejaksaan Agung menemukan BUMN asuransi ini memilih investasi dengan risiko tinggi demi mencapai keuntungan besar.

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait