Perusahaan Terkait Dugaan Korupsi Jiwasraya Berpotensi Dipailitkan

Kejaksaan Agung tengah mengumpulkan bukti-bukti keterkaitan beberapa perusahaan dalam dugaan korupsi Jiwasraya.
Image title
17 Januari 2020, 19:03
kejaksaan agung, dugaan korupsi jiwasraya, asuransi jiwasraya
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiono mengatakan pihaknya telah melakukan penggeledahan dan penyitaan di kantor PT Trada Alam Minera Tbk dan PT Maksima Integria milik Heru Hidayat.

Kejaksaan Agung akan mengusulkan dilakukan pemailitan terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi Asuransi Jiwasraya jika ditemukan bersalah. 

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI Hari Setiyono menjelaskan saat ini pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti keterkaitan beberapa perusahaan dalam dugaan korupsi Jiwasraya. Jika terbukti bersalah, perusahaan-perusahaan tersebut dapat dikenaikan sanksi, bahkan terancam dipailitkan.

"Kalau korporasi dinyatakan bersalah jaksa punya kewenangan untuk mengajukan permohonan pembubaran kepada pengadilan. Itu biasanya tugas jaksa pengacara negara," ujar  Hari Setiyono di Jakarta, Jumat (17/1)

 

Advertisement

Adapun dua perusahaan yang diduga terlibat skandal Jiwasraya, antara lain PT Hanson International Tbk milik Benny Tjokrosaputro dan PT Trada Alam Minera Tbk milik Heru Hidayat. Kedua pemilik perusahaan tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.

(Baca: Kejagung Sita 5 Mobil Mewah dan Harley Milik Tersangka Kasus Jiwasraya)

Kejaksaan Agung juga telah memintai keterangan sejumlah perusahaan investasi sebagai saksi dalam kasus Jiwasraya, antara lain PT Pan Arcadia Capital, PT GAP Asset Management, PT Pool Advista Asset Management, PT MNC Asset Management dan PT Sinar Mas Asset Management sebagai saksi.

Hari melanjutkan, pihaknya juga telah melakukan penggeledahan dan penyitaan di kantor PT Trada Alam Minera Tbk dan PT Maksima Integria milik Heru Hidayat. Hasil penyitaan saat ini masih dilakukan pemilahan untuk dijadikan barang bukti.

"Kami melakukan beberapa penyitaan yang dilakukan oleh tim penyidik bersama dengan tim auditor perhitungan kerugian negara kemudian tim Adyaksa Monitoring Center kemudian juga tim pelacakan aset," kata dia.

(Baca: Kejaksaan Sita Aset Berharga di Rumah Eks Kadiv Investasi Jiwasraya)

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia menyatakan  bakal mengkaji kemungkinan pemberian sanksi kepada anggota bursa yang terlibat dalam kasus Asuransi Jiwasraya. Namun, BEI belum bisa menjelaskan siapa yang bakal disanksi maupun bentuk hukumannya.

Anggota Bursa merupakan perantara perdagangan efek yang terdaftar di BEI sehingga berhak untuk melakukan transaksi saham di pasar modal. Selain itu, anggota yang merupakan sekuritas juga bisa menjadi penjamin emisi efek.

"Sanksinya akan kami bicarakan bersama. Karena itu, sebenarnya sanksi itu ada di otoritas yang lain," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (15/1).

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait