BNPB: 9 Orang Meninggal Dunia akibat Banjir dan Longsor di Jabodetabek

BNPB mencatat tiga korban meninggal akibat hiportemia, empat orang tertimbun longsor, satu orang tersengat listrik, dan satu orang terseret banjir.
Image title
1 Januari 2020, 18:18
BNPB, banjir, longsor, jakarta banjir, banjir jabodetabek,
ANTARA FOTO/Paramayuda
Warga berjalan melintasi banjir di perumahan Taman Narogong Indah, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/1/2020). BNPB mencatat sembilan orang meninggal karena banjir dan tanah longsor di Jabodetabek.

Badan Nasional Penanggulang Bencana Alam atau BNPB mencatat terdapat sembilan orang korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi.

"Data yang berhasil dihimpun BNPB dari berbagai sumber, ada sembilan korban meninggal dunia karena bencana banjir dan tanah longsor," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Agus Wibowo dalam keterangan resmi, Rabu (1/1).

Adapun dari sembilan korban, tiga diantaranya merupakan korban banjir yang meninggal karena hipotermia. Mereka yakni M. Ali (82 tahun), Siti Hawa (72 tahun), dan Wili Surahman. Ketiganya tinggal di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

(Baca: Banjir Hampir Merata di Wilayah Jakarta, Berikut Lokasinya)

Advertisement

Lalu empat korban meninggal karena tertimbun longsor di Depok dan Bogor. Rumsinah (68 tahun), Amelia (27 tahun) dan N (8 tahun) merupakan warga kelurahan Pangkalan Jati, Cinere, Depok. Sedangkan Kusmiyati (30 tahun) merupakan warga Sereal, Kota Bogor.

Sementara dua lainnya meninggal dunia karena tersengat listrik dan terseret banjir. Arfiqo Alif (16 tahun) yang tersengat listrik merupakan warga Kemayoran, sedangkan Marsdianto (20 tahun) yang meninggal karena terseret arus banjir merupakan warga Bogor.

(Baca: PLN Padamkan Listrik di 724 Lokasi di Jakarta Akibat Banjir)

Agus menjelaskan, BMKG memprediksi masih terjadi hujan pada haru ini sehingga masih mungkin terjadi banjir lagi. Oleh karena itu, menurut dia, warga di wilayah yang berpotensi banjir diminta waspada dan melakukan evakuasi.

"Yang penting selamatkan jiwa terlebih dahulu," jelas Agus.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait