Masih Merugi, Peternak Berharap Harga Ayam Naik Jelang Natal

Rata-rata harga ayam di tingkat peternak saat ini masih berada di bawah harga terendah yang ditetapkan Kementerian Perdagangan sebesar Rp 18 ribu per kg.
Image title
5 Desember 2019, 06:15
harga ayam, harga ayam di peternak, peternak ayam rugi
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi. Rata-rata harga ayam di tingkat peternak saat ini di kisaran Rp 17 ribu per kg.

Gabungan Peternak Ayam Nasional atau Gopan berharap harga ayam akan meningkat jelang Natal dan Tahun Baru. Hingga kini, mereka masih merugi lantaran harga jual ayam yang masih rendah. 

Sekertaris Jenderal Gopan Sugeng Wahyudi menjelaskan, saat ini masih terjadi kelebihan pasokan ayam sebanyak 7 juta ekor. Hal ini membuat harga ayam saat ini masih berada di bawah biaya produksi.

"Kebutuhannya sekitar 60 juta ekor per minggu di seluruh Indonesia, tapi produksi bisa mencapai 67 juta ekor. Sudah coba ekspor tapi belum signifikan," ujar Sugeng saat dihubungi Katadata.co.id, Rabu (4/12).

(Baca: Harga Anjlok, Kementan Minta Peternak Ayam Kecil Gaet Pengusaha Besar)

Advertisement

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 96 Tahun 2018, harga ayam di tingkat peternak ditetapkan paling rendah Rp 18 ribu dan paling tinggi Rp 20 ribu per kg. Adapun harga acuan ayam di tingkat konsumen dipatok Rp 34 ribu per kg.

Namun, menurut Sugeng, rata-rata harga jual ayam di tingkat peternak masih berkisar Rp 17 ribu per kilogram. Sedangkan berdasarkan ata dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, rata-rata harga ayam di tingkat konsumen pada Rabu (4/12) sebesar Rp 33.300 per kg.

Untuk mengantisipasi kelebihan produksi, Gopan menyarankan pemerintah untuk  memusnahkan telur ayam yang sudah bertunas. Ia pun memastikan stok daging ayam tetap cukup hingga pergantian tahun. 

"Pemusnahan telur per Desember ditargetkan mencapai lima juta butir diharapkan mulai berjalan minggu depan," kata dia.

(Baca: Harga 4 Komoditas Pangan Naik Jelang Natal dan Tahun Baru )

Sebelumnya, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian Sugiono bakal mengurangi bibit ayam atau ay Old Chicken untuk stok akhir. Caranya, dengan menarik telur tertunas umur 19 hari di tempat penetasan telur atau hatchery.

Selain itu, ia mendorong pengusaha terintegrasi mengoptimalkan pemotongan di Rumah Potong Hewan Unggas atau RPHU. Hal ini untuk mengurangi peredaran ayam ras hidup atau livebird). "Ini diyakini dapat secara langsung menaikkan harga di tingkat peternak," jelasnya. 

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait