Bakal Jadi Menterinya Jokowi, Prabowo: Saya akan Kerja Sekeras Mungkin

Prabowo Subianto bakal masuk dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf untuk membantu di bidang pertahanan.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
21 Oktober 2019, 18:39
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) didampingi Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo mengangkat ibu jari seusai bertemu Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Prabowo mengaku siap membantu di dalam pemerintahan pada periode tahun 2019-2024.

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengatakan akan masuk dalam kabinet pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo. Ia pun menyatakan akan bekerja sekeras mungkin untuk membantu Jokowi, terutama di bidang pertahanan. 

“Saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran-sasaran dan harapan-harapan yang diperlukan,” kata Prabowo usai bertemu dengan Jokowi di Istana Negara, Senin (21/10).

Prabowo meyebut telah memperoleh arahan dari Jokowi terkait tugas-tugasnya kelak. Ia menyakatan diminta Jokowi membantu di bidang pertahanan. 

Menurut Prabowo, dirinya bersedia membantu memperkuat kabinet periode kedua atas permintaan Jokowi. Permintaan itu sebelumnya sudah disampaikan Jokowi saat bertemu Prabowo di Istana Merdeka pada Jumat (11/10).

"Saya sudah sampaikan dari Partai Gerindra, apabila diminta kami siap membantu. Kali ini resmi diminta dan kami siap membantu. Saya diminta beliau membantu di bidang pertahanan," kata dia. 

(Baca: Jelang Pengumuman Kabinet, Prabowo dan Edhy Prabowo Sambangi Istana)

Prabowo dalam kesempatan tersebut juga menyebut Partai Gerindra mendapat dua kursi dalam dalam kabinet pemerintahan 2019-2024. Selain dirinya, terdapat Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo yang juga akan menduduki posisi menteri. Namun, Prabowo enggan menjelaskan jabatan yang akan diemban Edhy. 

" Yang dipanggil dua. Jadi berapa? Yang dipanggil dong,” ujar Prabowo.

 

Prabowo dan Edhy datang ke Istana Negara pukul 16.12 WIB. Keduanya menggunakan kemeja berwarna putih dan celana cokelat. 

Sikap Prabowo yang merapat ke Jokowi sudah disampaikan sejak dua pekan lalu. Kala itu, Prabowo bahkan menyebut siap membantu Jokowi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dua digit. 

“Kami yakin Indonesia bisa tumbuh double digit. Kami yakin Indonesia bisa bangkit cepat. Kami ingin membantu,” kata Prabowo di Istana Merdeka, Jumat (11/10).

(Baca: Pihak Istana Sebut Baru 5 Calon Menteri yang Dipanggil Presiden Jokowi)

Sebelum Prabowo dan Edhy datang, beberapa tokoh juga sudah menyambangi Istana sejak pagi tadi. Mereka, antara lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, pendiri Go-Jek Nadiem Makarim.Kemudian, Komisaris Utama Net Mediatama Televisi Wishnutama, bos Mahaka Group Erick Thohir, dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Ada pula Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, mantan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, bekas aktivis 1998 Fadjroel Rachman, dan peneliti Populi Center Nico Harjanto yang menyambangi Istana siang tadi. Hingga saat ini, Mahfud, Nadiem, Wishnutama, Erick Tohir, Airlangga, dan Fadjroel telah menyampaikan bahwa Jokowi meminta mereka masuk kabinet periode kedua.

Sementara, Christiany dipastikan tak akan menjadi menteri lantaran tak bertemu Jokowi ketika datang ke Istana. “Karena tidak bertemu dengan Presiden jadi bukan (calon menteri),” ujar Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait