Bakal Masuk Kabinet, Fadjroel Rachman Minta Kerja Sama Wartawan Istana

Mantan aktivis 1998, Fadjroel Rachman bertemu Presiden Joko Widodo sekitar 15 menit di Istana Negara.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
21 Oktober 2019, 16:13
Fadjroel Rachman
/home/ubuntu/Pictures/antarafoto/cropping/production/original/ANT20191021094.jpg
Mantan aktivis 1998, Fadjroel Rachman saat meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10). Ia mengaku memperoleh penawaran untuk bergabung dengan kabinet pemerintahan Jokowi periode kedua.

Mantan aktivis 1998, Fadjroel Rachman telah mendapat penawaran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bergabung di kabinet pemerintahan 2019-2024. Hal itu disampaikan Fadjroel setelah bertemu sekitar 15 menit dengan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10). 

“Ada tugas yang disampaikan oleh beliau,” kata Fadjroel.

Meski demikian, Fadjroel masih enggan menyampaikan posisi apa yang akan dijabatnya dalam kabinet Jokowi periode kedua. Ia hanya meminta bantuan dan kerja sama para wartawan di lingkungan Istana jika dirinya masuk kabinet Jokowi periode kedua.

“Kalau sudah ada keputusan dan penempatannya, saya akan bicara lebih banyak lagi,” kata Fadjroel.

Ia pun menyampaikan jabatannya akan berkaitan dengan latar belakang pendidikannya. Fadjroel diketahui meraih gelar sarjana di Jurusan Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia kemudian mengambil gelar Magister Hukum dan Magister Manajemen Keuangan di Universitas Indonesia.

“Saya juga ambil S3 Komunikasi Politik (di Universitas Indonesia),” kata Fadjroel.

(Baca: Pratikno, Fadjroel Rachman, dan Nico Harjanto Sambangi Istana)

Terkait dengan jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Adhi Karya (Tbk), Fadjroel mengatakan belum ada pembicaraan dengan Jokowi terkait hal tersebut. Menurut Fadjroel, posisinya sebagai Komisaris Utama Adhi Karya akan dibicarakan lebih lanjut jika sudah pasti masuk kabinet.

Fadjroel datang mengenakan kemeja putih lengan panjang ke Istana sekitar pukul  14.07 WIB. Dia datang bersama mantan Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan peneliti Populi Center, Nico Harjanto.

Sebelum ketiganya datang, beberapa tokoh juga sudah menyambangi Istana sejak pagi tadi. Mereka, antara lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, pendiri Go-Jek Nadiem Makarim.

(Baca: Pihak Istana Sebut Baru 5 Calon Menteri yang Dipanggil Presiden Jokowi)

Kemudian, Komisaris Utama Net Mediatama Televisi Wishnutama, bos Mahaka Group Erick Thohir, dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Ada pula Kapolri Tito Karnavian yang menyambangi Istana siang tadi.

Hingga saat ini, Mahfud, Nadiem, Wishnutama, Erick, dan Airlangga telah menyampaikan bahwa Jokowi meminta mereka masuk kabinet periode kedua. Sementara, Christiany dipastikan tak akan menjadi menteri meski sempat hadir di Istana karena bukan datang untuk bertemu maupun diundang Jokowi.

“Karena tidak bertemu dengan Presiden jadi bukan (calon menteri),” ujar Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait