Harga Emas Dunia Turun, Logam Mulia Antam Naik Rp 2.000 per Gram

Kenaikan harga emas Antam berbalik dengan harga emas dunia yang menurun akibat sentimen perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
Image title
15 Oktober 2019, 08:47
harga emas
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi. Kenaikan harga emas Antam berbalik dengan harga emas dunia yang menurun akibat sentimen perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Harga emas Antam pada perdagangan hari ini, Selasa (16/10) naik Rp 2.000 menjadi Rp 756 ribu per gram. Kenaikan  harga emas Antam berbalik dengan harga emas dunia yang kembali menurun akibat sentimen perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Dikutip dari Reuters, harga emas dunia di pasar spor tadi malam turun 0,1% menjadi US$ 1,487.81 per ons. Pekan lalu, harga emas turun hingga mencapai 1%. Sementara itu, harga emas berjangka justru naik tipis 0,2% menjadi US$ 1,492.20 per ons.

"Emas tidak bergerak pada fundamental emas, itu bergerak pada apa pun yang terjadi dengan situasi perdagangan. Kesepakatan perdagangan ini kurang detail, tetapi masih akan cukup untuk mungkin mendukung aset berisiko, dan itu akan negatif untuk emas," kata analis OANDA Jeffrey Halley.

Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat menguraikan fase pertama dari kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang Sino-AS yang berlarut-larut dan menangguhkan kenaikan tarif yang terancam, langkah terbesar oleh kedua negara dalam 15 bulan.

Advertisement

(Baca: Tiongkok Ingin Negosiasi Lagi Sebelum Teken Kesepakatan dengan AS)

Data terbaru dari Tiongkok menimbulkan kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia itu dirugikan oleh pertikaian perdagangan yang sedang berlangsung, karena ekspor pada September turun 3,2% dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, pasar menunggu pembicaraan Inggris dan Uni Eropa menjelang pertemuan puncak pada hari Kamis dan Jumat. Kedua belah pihak mengatakan bahwa lebih banyak pekerjaan akan diperlukan untuk mengamankan kesepakatan tentang kepergian Inggris dari blok tersebut yang dijadwalkan pada 31 Oktober.

Emas umumnya digunakan oleh investor sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian politik dan keuangan.

"Kami tetap optimis pada prospek emas karena bank-bank sentral memberlakukan program pelonggaran kebijakan moneter atas risiko penurunan di ekonomi global," kata analis Phillip Futures Benjamin Lu dalam sebuah catatan.

(Baca: Ekonomi Singapura Diproyeksi Tumbuh 0,1%, Terhindar dari Resesi?)

Sementara itu, mengutip situs logammulia.com, kenaikan harga emas merata untuk seluruh produk emas yang dijual berdasarkan bobot. Adapun harga penjualan kembali emas Antam hari ini juga ditetapkan naik meski lebih rendah dari harga pembelian yakni sebesar Rp 1.000 menjadi Rp 676 ribu.

Berikut Harga Emas Antam, Selasa 15 Oktober 2019:

Emas batangan 0,5 gr: Rp 402.500

Emas batangan 1 gr: Rp 756.000

Emas batangan 2 gr: Rp 1.461.000

Emas batangan 3 gr: Rp 2.170.000

Emas batangan 5 gr: Rp 3.600.000

Emas batangan 10 gr: Rp 7.135.000

Emas batangan 25 gr: Rp 17.730.000

Emas batangan 50 gr: Rp 35.385.000

Emas batangan 100 gr: Rp 70.700.000

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait