Jokowi: Kondisi Wiranto Sudah Stabil dan Bisa Berkomunikasi

Presiden Joko Widodo kembali menjenguk Mekopolhukam Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jumat (11/10).
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
11 Oktober 2019, 12:28
jokowi jenguk wiranto
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan kepada wartawan usai menjenguk Menkopolhukam Wiranto di Paviliun Kartika, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjenguk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (11/10). Dia tiba di sana dari Istana Merdeka sekitar pukul 11.15 WIB.

Jokowi langsung masuk ke ruangan tempat Wiranto dirawat. Ia hanya membesuk mantan Panglima ABRI itu sekitar sepuluh menit.

Menurut Jokowi, Wiranto saat ini sudah dalam kondisi stabil dan sudah bisa berkomunikasi dengan baik.

“Sudah berbicara dengan saya tadi, 'Pak saya ingin segera pulang ikut ratas lagi'. Artinya kondisinya sudah semakin baik,” kata Jokowi.

(Baca: Jokowi Jenguk Wiranto ke RSPAD)

Jokowi memastikan pihaknya akan memberikan pelayanan agar Wiranto dapat cepat pulih. Dia lantas mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan Wiranto.

“Agar beliau segera diberikan pemulihan, kesembuhan secepat-cepatnya,” kata dia. 

Sebelumnya, Wiranto menjadi korban penusukan usai meresmikan Gedung Kuliah Bersama Universitas Mathla'ul Anwar di Kampus Universitas Mathla’ul Anwar, Pandeglang, Banten. Ia mengalami luka dua tusukan di bagian perut dan sempat menjalani perawatan di RSUD Berkah Pandeglang.

Setelah menjalani perawatan di Pandeglang, Wiranto dievakuasi ke Jakarta menggunakan helikopter. Kini Wiranto dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

(Baca: Jokowi Ajak Masyarakat Berdoa untuk Wiranto yang Akan Jalani Operasi)

Selain Wiranto, tiga orang lain mengalami luka, yakni Kapolsek Menes Komisaris Polisi Dariyanto, ajudan Wiranto, Fuad dan dan seorang pegawai Universitas Mathla'ul Anwar.

Polisi saat ini telah mengamankan dua orang yang diduga menjadi pelaku penusukan. Mereka yakni Syahril Alamsyah dan Fitri Andriana binti Sunarto.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan mengatakan, penusuk Wiranto diduga sebagai anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi. JAD merupakan jaringan terorisme yang berafilisasi dengan ISIS.

"Ini sudah pasti dari kelompok jaringan JAD, khususnya jaringan JAD bekasi," kata Budi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10).

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait