Kembali Melonjak, Kasus Positif Corona di Indonesia Tembus 7.000

Jumlah kasus positif virus corona pada Selasa (21/4) bertambah 375 orang menjadi total 7.135.
Dimas Jarot Bayu
21 April 2020, 16:37
kasus positif virus corona, virus corona, pandemi corona
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyebut total kematian akibat virus corona hingga Selasa (21/4) mencapai 616 orang.

Jumlah kasus positif virus corona pada Selasa (21/3) kembali melonjak, bertambah 375 orang menjadi total 7.135 orang. Peningkatan jumlah kasus baru terjadi setelah kemarin tercatat paling rendah dalam 15 hari terakhir. 

“Kasus konfirmasi positif yang kita dapatkan sebanyak 7.135 orang,” kata juru bicara nasional penanganan virus corona, Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (21/4).

Total kasus positif tersebut didapatkan dari 503.701 spesimen yang diuji melalui metode polymerase chain reaction  atau tes PCR kepada  46.173 orang. Yurianto menyebut jumlah kasus positif corona telah merata di seluruh provinsi di Indonesia. Terdapat 257 kabupaten/kota yang telah terdampak oleh virus mematikan tersebut.

(Baca: Larangan Mudik untuk Wilayah Jabodetabek, PSBB dan Zona Merah)

Selain tambahan kasus positif, Yurianto menyampaikan angka kematian bertambah 26 orang pada hari ini menjadi total 616 orang. “Kasus sembuh bertambah 95 orang sehingga total menjadi 842 orang,” kata Yurianto.

Pemerintah juga mencatatkan ada 186.330 orang yang masuk dalam status dalam pemantauan (ODP). Jumlah pasien yang masuk dalam kategori dalam pengawasan (PDP) sebanyak 16.763 orang. “Angka ini yang kemudian akan dijadikan prioritas pengecekan laboratorium,” kata Yurianto.

Dia lantas mengingatkan agar masyarakat agar berpartisipasi secara aktif dalam memutus rantai penularan Covid-19. Hal tersebut dapat dilakukan dengan tetap tinggal di rumah.

(Baca: Kimia Farma Distribusikan 13 juta Obat Klorokuin untuk Pasien Covid-19)

Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat harus keluar dari rumah. Selain itu, masyarakat diminta untuk membantu upaya pasien penderita corona yang tengah melakukan isolasi mandiri.

"Keberhasilan membendung penularan Covid-19 akan sangat pengaruhi beban perawatan di rumah sakit. Karena semakin banyak pasien yang dirawat di rumah sakit, maka beban ini akan semakin berat.

Lebih lanjut, Yurianto meminta masyarakat tidak mendiskriminasi pasien penderita corona yang telah dinyatakan sembuh. Dia juga meminta masyarakat mewaspadai ancaman penyakit demam berdarah di lingkungan sekitar.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait