Survei Kedai Kopi: 35% Warga Jabodetabek Masih Bekerja di Luar Rumah

Survei Kedai Kopi menunjukkan 35,1% warga Jabodetabek masih bekerja di luar rumah dalam sepekan terakhir meski PSBB telah diberlakukan.
Dimas Jarot Bayu
22 April 2020, 18:33
survei kedai kopi, psbb, pembatasan sosial berskala besar, jakarta, pandemi corona, virus corona, covid-19
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.
Ilustrasi. Hasil survei Kedai Kopi menunjukkan sebanyak 60,7% warga Jabodetabek sudah bekerja di rumah.

Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Namun, hasil survei yang dilakukan lembaga Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia atau Kedai Kopi menunjukkan 35,1% warga Jabodetabek masih bekerja di luar rumah dalam sepekan terakhir. 

"Apakah anda masih bekerja di luar rumah? Yang menjawab iya 35,1% di Jabodetabek," kata Direktur Eksekutif KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo melalui konferensi video, Rabu (22/4).

Data ini didapatkan berdasarkan telesurvei yang dilakukan Kedai Kopi terhadap 405 responden di Jabodetabek pada 14-19 April 2020. Survei persepsi ini juga menunjukkan sebanyak 60,7% warga Jabodetabek saat ini telah bekerja di rumah.

(Baca: Kriminalitas Meningkat Selama Pandemi Corona, Sebanyak Apa?)

Advertisement

Secara perinci, wilayah yang warganya paling banyak bekerja di luar rumah adalah Kota Depok mencapai 48,5%. Kemudian Jakarta Utara sebanyak 48,5%, Kabupaten Bogor sebanyak 45,2%, Kabupaten Bekasi sebanyak 38,7%, dan Jakarta Barat sebanyak 38,7%. 

Lalu Kabupaten Tangerang sebesar 38,2%, Tangerang Selatan 37,5%, Jakarta Timur 31,3%, Jakarta Selatan 30%, Jakarta Pusat 24,1%, Kota Bogor 23,3%, dan Kota Bekasi 21,9%. Adapun presentase terendah warga yang masih bekerja di luar rumah tercatat berada di Kota Tangerang sebesar 12,5%.

(Baca: Mudik Dilarang, Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Masyarakat)

Kunto mengatakan, hasil survei ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam menerapkan PSBB dan bekerja di rumah masih belum sepenuhnya dipatuhi oleh masyarakat di Jabodetabek. Padahal, kebijakan tersebut penting dalam memutus rantai penularan Covid-19.

"Ternyata masih 35,1%. Ini sudah lampu kuning tentang efektivitas PSBB," kata Kunto.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait