Kasus Corona AS Hampir 1 Juta, Pengangguran Diramal Melonjak jadi 16%

Tingkat pengangguran di AS diperkirakan mencapai 16%, terburuk sejak depresi ekonomi pada 1930 seiring penutupan ekonomi untuk mencegah penyebaran corona.
Image title
27 April 2020, 08:07
pengangguran, amerika serikat, kasus positif virus corona, pandemi corona, kasus virus corona di AS, covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/Eduardo Munoz/pras/cf
Ilustrasi. Lockdown yang dilakukan hampir seluruh wilayah AS untuk mencegah penyebaran virus corona menghantam perekonomian negara tersebut dan membuat tingkat pengangguran bakal mencapai lebih dair 16%, terburuk sejak depresi ekonomi pada 1930.

Penutupan kegiatan ekonomi di Amerika Serikat akibat pandemi virus corona diprediksi menimbulkan lonjakan pada tingkat pengangguran menjadi 16% atau lebih tinggi pada bulan ini. Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett menyebut dibutuhkan lebih banyak stimulus agar perekonomian AS dapat kembali pulih.

"Ini adalah guncangan penurunan terbesar pada ekonomi AS. Kita akan melihat tingkat pengangguan yang mendekati angka seperti selama depresi ekonomi hebat pada 1930," ujar Hasset, dikutip dari Reuters, Senin (27/4)

Lockdown yang dilakukan hampir seluruh Amerika Serikat untuk mengurangi penyebaran virus corona baru telah memukul ekonomi, menutup bisnis, dan membuat angka pengangguran melambung tinggi. AS saat ini menjadi negara dengan kasus dan kematian tertinggi akibat virus corona. 

Mengutip data Worldometers.info, jumlah kasus positif virus corona di negara ekonomi terbesar dunia ini mencapai 987 ribu dengan kematian mencapai 55 ribu orang. Pemerintah AS kini berupaya membuka kembali perekonomian, meski masih dihadapkan dengan lonjakan kasus dan kematian. 

Advertisement

Adapun rekor 26,5 juta orang Amerika telah mengajukan tunjangan pengangguran sejak pertengahan Maret, dan penjualan ritel, pembangunan kembali rumah, dan kepercayaan konsumen menunjukkan kondisi yang tak baik.

(Baca: Pandemi Corona Tak Mereda, Kasus Positif Global Hampir Sentuh 3 Juta)

Kantor Anggaran Kongres nonpartisan memperkirakan PDB AS akan terrkontraksi hampir 40% pada kuartal kedua dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan tingkat pengangguran naik menjadi 16% pada kuartal ketiga. Namun bahkan tahun depan, Kantor Anggaran Kongres memperkirakan tingkat pengangguran masih akan berada di atas 10 persen.

"Saya pikir tingkat pengangguran akan melompat ke level yang mungkin sekitar 16 persen atau bahkan lebih tinggi dalam laporan pekerjaan berikutnya," kata Hassett mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih.

Hassett menambahkan bahwa perubahan PDB nasional pada kuartal kedua akan menjadi negatif terbesar.

“Saya pikir beberapa bulan ke depan akan terlihat mengerikan. Anda akan melihat angka seburuk apa pun yang pernah kami lihat sebelumnya, "kata Hassett, merujuk pada data ekonomi AS.

Pemerintah AS tengah merumuskan lima atau enam usulan kebijakan yang akan disampaikan kepada Kongres untuk membantu menahan penurunan ekonomi. Mereka masih berharap pemulihan ekonomi akan berbentuk kurva V.

(Baca: Cara Inggris dan AS Cegah Lonjakan PHK Pekerja Akibat Corona)

Kongres AS telah menyetujui stimulus virus corona mencapi US$ 3 triliun, antara lain untuk mendukung pekerja yang diberhentikan dan perekonomian secara luas.

Para pembuat kebijakan saat ini tengah bersiap memperjuangkan bantuan federal kepada pemerintah negara bagian dan lokal yang rencana anggarannya hancur akibat anjloknya pendapatan pajak.

Kota New York misalnya, membutuhkan US$ 7,4 miliar bantuan federal untuk mengimbangi kerugian ekonomi akibar virus corona.

Trump telah menunjukkan kesediaan untuk memberikan bantuan bagi kota-kota dan negara bagian, tetapi beberapa anggota Partai Republik, termasuk Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell, telah menyuarakan kewaspadaan, menyebut beban utang federal yang meningkat.

McConnel bahkan menyarankan bahwa negara bagian harus menyatakan kebangkrutan sebagai gantinya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait