Kasus Corona di AS Tembus 1 Juta, Beberapa Negara Bagian Buka Lockdown

Meski total kasus aktif virus corona masih mencapai lebih dari 800 ribu orang, sejumlah negara bagian di AS mulai membuka perekonomiannya.
Image title
28 April 2020, 08:18
kasus virus corona, covid-19, pandemi corona, amerika serikat, lockdown, as longgarkan lockdown
ANTARA FOTO/REUTERS/Bita Honarvar/hp/cf
Para pelanggan mencuci rambutnya di Three-13 Salon, Spa and Boutique saat fase pembukaan kembali bisnis dan restoran di Georgia, Amerika Serikat. Sejumlah negara bagian di AS mulai membuka perekonomiannya seiring tambahan kasus dan kematian akibat virus corona yang menurun.

Total kasus positif virus corona di Amerika Serikat menembus 1 juta dengan kematian mencapai lebih dari 56 ribu orang berdasarkan data worldometers.info. Meski total kasus aktif corona masih lebih dari 800 ribu orang, sejumlah negara bagian di AS mulai membuka perekonomiannya. 

Dikutip dari Reuters, Georgia pada Senin mengizinkan penduduk untuk makan di restoran untuk pertama kalinya dalam sebulan terakhir. Salah satu negara bagian di Amerika Serikat ini mulai mengurangi pembatasan seiring penambahan jumlah kasus dan kematian akibat virus corona yang menurun.

Beberapa negara bagian AS mulai menghidupkan kembali ekonomi mereka yang terpukul, meskipun ada peringatan dari para pakar kesehatan. Montana hingga Mississippi akan membuka kembali beberapa bisnis yang semula dibatasi karena tidak esensial.

Alaska, Oklahoma dan South Carolina, bersama dengan Georgia, sebelumnya juga telah membuka kembali perekonomian.

Advertisement

Presiden Donald Trump dan beberapa pejabat lokal sebelumnya telah mengkritik Gubernur Georgia Brian Kemp yang mengizinkan restoran dan teater masuk dalam daftar bisnis yang dibuka kembali. Termasuk salon, tukang cukur, dan salon tato yang kemungkinan sulit menerapkan pembatasan fisik. 

(Baca: Tembus 3 Juta Kasus, Pakar Ragu Pandemi Corona di Dunia Berakhir 2020)

Meski pembukaan ekonomi juga dilakukan di Atlanta, beberapa pemilik restoran dan manajer di ibukota negara bagian tersebut mengatakan mereka tidak akan dibuka kembali pada hari Senin. "Saya punya anak perempuan dan saya ingin ada untuknya," Steve Pitts, manajer umum Manuel’s Tavern, fixture mengatakan kepada Reuters.

Sementara New York dan New Jersey yang paling terpukul oleh pandemi virus corona akan memulai kembali kegiatan bisnis secara terbatas dalama beberapa minggu lagi.

Penutupan bisnis telah menyebabkan rekor 26,5 juta orang Amerika mengajukan tunjangan pengangguran sejak pertengahan Maret. Pemerintah AS memperkirakan tingkat pengangguran kemungkinan akan mencapai 16% atau lebih pada bulan April.

Negara-negara bagian di Selatan, Midwest, dan Barat akan membuka kembali beberapa bisnis mulai pekan ini. Di antara negara bagian yang akan dibuka kembali, Tennessee telah mencatat 181 kematian dari lebih dari 9.600 infeksi, Minnesota 272 dari sekitar 3.600 kasus, dan Georgia lebih dari 940 kematian dari setidaknya 23.700 kasus.

(Baca: Kasus Corona AS Hampir 1 Juta, Pengangguran Diramal Melonjak jadi 16%)

Kondisi berbeda dialami New York dan New Jersey yang lebih padat penduduknya. Kedua negara bagian ini mencatatkan hampir 30.000 kematian, atau lebih dari setengah total AS setidaknya 55.000 ketika kasus virus korona mendekati 1 juta pada hari Senin.

Otoritas kesehatan masyarakat memperingatkan bahwa meningkatnya interaksi manusia dan kegiatan ekonomi dapat memicu lonjakan infeksi baru ketika langkah-langkah menjaga jarak sosial sepertinya telah mengendalikan kasus-kasus.

Pedoman Federal menyerukan negara bagian untuk mencatat 14 hari penurunan jumlah kasus sebelum melanjutkan dengan relaksasi pembatasan secara bertahap dan untuk memiliki pengujian dan program pelacakan kontak. Pelacakan kontak melibatkan pelacakan dan pengujian orang-orang yang mungkin berada di dekat orang lain yang terinfeksi.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait