Jokowi Prediksi Produksi Beras Capai 5,62 Juta Ton saat Puncak Panen

Presiden Joko Widodo menilai produksi beras saat panen raya cukup menjamin ketersediaan di dalam negeri.
Dimas Jarot Bayu
28 April 2020, 15:50
Jokowi, beras, puncak panen raya, ketersediaan dalam negeri
Antara/Hafidz Mubarak A
Ilustrasi. Presiden Joko Widodo meminta agar stok beras yang ada, baik di masyarakat, penggilingan, gudang, hingga yang disimpan Perum Bulog dikalkulasi kembali.

 

Stok beras sangat mempengaruhi ketahanan pangan di tengah ancaman krisis akibat pandemi virus corona. Presiden Joko Widodo memperkirakan produksi beras saat puncak panen raya pada April 2020 mencapai 5,62 juta ton dan dapat menjamin ketersediaan dalam negeri.

"Manajemen pengelolaan beras dalam negeri jadi kunci penting bagi antisipasi dan mitigasi dari krisis pangan," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui video conference, Selasa (28/4).

Jokowi pun meminta agar stok beras yang ada, baik di masyarakat, penggilingan, gudang, hingga yang disimpan Perum Bulog dikalkulasi kembali. Bulog pun diminta untuk membeli gabah petani dengan insentif harga yang layak dan fleksibilitas memadai.

(Baca: Stok Beras Terancam Akhir Tahun, Pemerintah Disarankan Impor)

Advertisement

Lebih lanjut, ia meminta jajarannya mengkalkulasi kemungkinan kemarau panjang pada tahun ini meski BMKG sudah menyampaikan tidak ada cuaca ekstrem sepanjang 2020. "Namun tetap harus diwaspadai, terutama yang berkaitan dengan ketersediaan beras nasional kita," kata Jokowi.

FAO sebelumnya menyatakan bahwa krisis pangan dunia berpotensi terjadi pada April dan Mei. Kondisi ini dapat terjadi karena rantai pasokan terganggu kebijakan negara-negara dalam menekan penyebaran virus corona.

(Baca: Masalah Pangan Menjelang Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19)

Lockdown dan pembatasan sosial, menurut FAO, sangat memengaruhi sektor pertanian, khususnya di komoditas bernilai tinggi, seperti sayuran dan buah-buahan. Alasannya, komoditas tersebut membutuhkan banyak tenaga kerja dalam produksinya.

Begitupun sektor peternakan terpengaruh dalam hal pemenuhan pakan hewan ternak, proses penjagalan, serta pengolahan daging. Sementara komoditas bahan pokok yang padat modal relatif tak terpengaruh.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait