Luhut Sebut 500 TKA Tiongkok akan Didatangkan ke Konawe pada Juli

Sebanyak 500 tenaga kerja asing asal Tiongkok akan mulai bekerja di Konawe, Sulawesi Tenggara pada Juli mendatang.
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
11 Mei 2020, 10:09
tenaga kerja asing, konawe, TKA, tka tiongkok, luhut pandjaitan
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut para TKA dibutuhkan untuk menggarap proyek baterai lithium di Konawe, Sulawesi Tenggara.

Sebanyak 500 tenaga kerja asing asal Tiongkok akan mulai bekerja di Konawe, Sulawesi Tenggara pada Juli mendatang. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut mereka didatangkan untuk menggarap proyek baterai lithium.

"Indusri ini diperlukan orang yang paham membangunnya tidak serta merta. Kita harus jujur itu tapi sekarang ini tenaga kerja kita belum siap mengerjakan itu, mereka bekerja mulai bulan Juni atau Juli," kata Luhut dalam diskusi daring di Jakarta, Minggu (10/5).

Menurut dia, kedatangan TKA asal Tiongkok beberapa waktu yang lalu merupakan bagian dari proses pengurusan izin yang dibutuhkan. Pasalnya, dalam pengajuan izin bagi orang asing diperlukan waktu yang relatif lebih lama.

(Baca: Faisal Basri: Penanganan Corona Amatiran, Pemulihan Ekonomi Sia-sia)

Nantinya, jika proyek tersebut mulai berjalan seluruh TKA akan dikembalikan ke negaranya masing-masing. Setelah itu, pengelolaan industri tersebut sepenuhnya akan dilakukan menggunakan sumber daya manusia asli Indonesia.

"Setelah itu jalan bersamaan tenaga kerja kita masuk ditraining di sana kan ada Poleteknik, memang teknologi dari dia (Tiongkok) maju ya kita tidak bisa kerjakan sendiri," kata dia.

Lebih lanjut, Luhut menjelaskan proyek baterai lithium diproyeksikan akan menjadi salah satu industri strategis nasional di tahun 2023. Hal ini terjadi lantaran melimpahnya biji (ore) nikel sebagai salah satu bahan baku pembuatan baterai lithium di Tanah Air. Apalagi, di Eropa telah dicanangkan program penggunaan mobil listrik secara massal pada tahun 2045.

(Baca: Memprediksi Lonjakan Jumlah Pengangguran RI Imbas Corona)

Sebelumnya, Kementerian Tenaga Kerja memutuskan untuk menunda rencana masuknya 500 TKA asal Tiongkok. Para TKA tersebut akan didatangkan PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel yang dikaporkan telah mendapatkan izin mendatangkan ratusan pekerja ini pada 22 April lalu.

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah mengatakan masyarakat Indonesia saat ini masih belum siap dengan kedatangan WNA asal Tiongkok. Keputusan menuda para TKA, menurut dia, telah diputuskan sebelum ramai-ramai penolakan oleh masyarakat setempat.

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait